Senin, 23 April 2018 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

Zola Kembali Datangi RSUD Raden Mattaher, Ada Apa?

Sabtu, 27 Februari 2016 | 20:35:35 WIB wib Dibaca: 361 Pengunjung

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli Sabtu (27/02) kembali menyambangi Rumah Sakit plat merah yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi. Kedatangannya ke RSUD Raden Mattaher kali ini, guna untuk menindak lanjuti kejadian pagi harinya karena Karyawan RS tersebut berdemo.

Zola tiba di RSUD tersebut sekitar pukul 14:00 WIB. Zola mengatakan dirinya datang ke RSUD Raden Mattaher guna untuk melihat langsung keluhan para karyawan di RS tersebut.

"Intinya ini hanya ada di mis komunikasi saja, ada isu, isu, isu, jadilah kemakan isu terus demo," ujar Zola.

Kejadian ini, kata Zola bermula tidak ada komunikasi secara terbuka dan transparan mengenai pendapatan dari BPJS. "Saya sudah bilang terbuka ini, terutama jasanya, honornya dan segala macamnya," kata Zola.

"Kita akan memberikan, membayar ini semuanya sesuai dengan kinerja, contohnya nanti ada nama pasien dan nama dokter yang akan kita serahkan kepada pihak BPJS, dan BPJS akan memberikan soft copy nya kepada kita, inilah yang akan menjadi pegangan kita," tambah Zola.

Zola telah mendapatkan informasi mengenai pasien di RSUD Raden Mattaher sudah berkurang dan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. 

"Kan kalau turun berarti dibagikan kepada tenaga kita di rumah sakit ini, seperti perawatnya dan lainnya menjadi sedikit," tutur Zola.

Selain itu, dirinya berharap agar RS Raden Mattaher dapat terbuka dan transparan mengenai pendapatan dari BPJS untuk RS Raden Mattaher tersebut. 

"Berapa sih yang kita dapat dari BPJS ini, jadi supaya semuanya jelas. Saya minta semuanya terbuka, transparan," harap Zola.

Selain itu, Zola juga berkali-kali menyinggung mengenai jumlah pegawai honor dan PNS yang ada di RS Raden Mattaher tersebut. Apakah kelebihan, kekurangan atau sudah sesuai dengan kebutuhan pegawai di RS Raden Mattaher tersebut.

"Kalau kelebihan harus dilakukan rasionalisasi, berdasarkan kinerja, disiplin rekomendasi dari dokter yang bersangkutan. Kalau memang kelebihan nanti bisa jadi beban, nanti pembaginya menjadi semakin kecil," jelas Zola.

"Saya mau memberikan keadilan, honor ini berdasarkan kinerja," tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, pihak rumah sakit meminta kepada Zola agar pegawai baik PNS atau honor tidak perlu ditambah lagi dari Kabupaten/Kota, karena pihak rumah sakit menilai bahwa tenaga kesehatan sudah melebihi target atau kapasitasnya.

"Kalau bertambah lagi, semakin besar lagi semakin kecil lagi pembagiannya, ini tidak menyelesaikan masalah, saya mohon kepada semua tenaga kesehatan yang ingin pindah ke rumah sakit saat ini (Raden Mattaher, red), kami sudah berlebih tenaganya," katanya.

"Saya mohon bisa bekerja di Kabupaten/Kota masing-masing," tutup Zola. (Tso)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top