Selasa, 21 Mei 2019 |
Peristiwa & Umum - Daerah

Warga Segel Base Camp PTPN VI

Kamis, 19 Maret 2015 | 20:36:37 WIB wib Dibaca: 1185 Pengunjung
ilustrasi Dok : FokusJambi

FOKUSJAMBI.COM,SAROLANGUN,- Ratusan warga desa Ladang panjang Kecamatan Sarolangun Kamis (19/3) menyegel base camp milik PTPN VI yang berada diseberang desa Ladang panjang, aksi tersebut merupakan buntut dari belum selesainya sengketa tanah yang sudah digarap PTPN VI dengan warga pemilik tanah sejak dua tahun lalu.

Pantauan Fokusjambi.com,  dilapangan diketahui ratusan warga yang mengklaim pemilik tanah beramai-ramai mendatangi base camp PTPN VI dengan maksud untuk melihat lahan mereka yang sudah digarap oleh perusahaan BMUMN ini, sekaligus bertemu otoritas perusahaan, Namun karena tidak ada kesepakatan antara warga dan petugas lapangan perusahaan maka, secara spontanitas warga melakukan penyegelan base camp yang diketahui banyak ditempati buruh lapangan itu.

"Kami sudah letih dibuat seperti ini, kami minta perusahaan dalam hal ini PTPN VI dapat menyelesaikan secepat mungkin masalah lahan ini, jangan sampai berlarut larut, ”ujar Sekdes Ladang panjang Hafis kemarin.

Dijelaskan Hafis masyarakat sudah melakukan berbagai upaya agar konflik ini tidak berlarut, tapi pihak PTPN VI sepertinya terus mengulur waktu tanpa alasan yang jelas, Diakui kades pihak aparat desa juga sudah melakukan upaya penyelesaian bahkan sudah melakukan pertemuan dengan pihak PTPN VI dikantor, namun tetap tanpa adanya hasil.

”Saat kami datang kekantor kami malah diperintah menghadap saudara Herman salah seorang warga Lidung untuk menyelesaikan soal jual beli tanah, warga jelas tidak mau, karena warga merasa tidak pernah ada hubungan dengan Herman, apa lagi menyangkut jual beli tanah, ”Bebernya

Selain dari itu Ansori warga yang merasa lahannya juga dirampas sepihak oleh perusahaan PTPN VI, Menurutnya tanah yang disengketakan ini adalah tanah hak milik warga Ladang panjang, bukan tanah adat. Sebab warga memiliki tanda kepemilikan tanah yang sah berupa Sporadik, jadi warga hanya menuntut yang menjadi hak mereka, bukan mengada-ada.

”Coba lihat ini, tanpa ada proses jual beli pihak perusahaan sudah melakukan penanaman sawit dilahan warga, termasuk lahan saya, sementara saya merasa tidak pernah menjual lahan ini kepada siapapun termasuk perusahaan PTPN VI, “Jelasnya

Lebih lanjut warga mendesak perusahaan PTPN VI menghentikan seluruh aktivitas dilokasi yang masih sengketa sampai masalah lahan ini selesai.

”Jika masih beraktivitas seperti biasa, maka kami akan datang lagi ke base camp dan kami akan mencabut sawit yang sudah ditanam dilahan kami, ”ancamnya

Terpisah Kapolsek Sarolangun AKP Toni Tobing, SH mengharapkan warga agar dapat menahan diri, jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar hukum. Sebab menurutnya pihak kepolisian siap memfasilitasi penyelesaian lahan warga dan PTPN VI melalui jalur perundingan.

”Saya bersama unsur tripika Kecamatan akan siap membantu memfasilitasi permasalahan ini dalam waktu dekat. Namun beri kesempatan bagi perusahaan untuk mempersiapkan semuanya, kita upayakan penyelesaian secepat mungkin, “jelas Kapolsek. 

Sementara itu pihak PTPN VI diwakili Humas Hendi, mengaku dalam sengketa lahan ini pihaknya juga tengah berupaya keras untuk penyelesaian lahan dengan warga melalui jalur perundingan. Namun pihaknya terkendala dengan salah satu warga yang bernama Herman, yang selama ini menjadi mitra mereka soal pembebasan lahan dilokasi tersebut. Namun diakuinya sampai saat ini pihaknya belum dapat bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan, dengan alasan belum dapat dihubungi sampai saat ini.

” Kami minta waktu kepada warga Ladang panjang sampai dapat bertemu langsung dengan orang yang kami maksud, Sebab dalam hal ini, tidak hanya warga yang dirugikan, kami perusahaan juga dirugikan oleh oknum yang bersangkutan.kami berjanji berupaya secepat mungkin dapat diselesaikan”.jelasnya.(Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top