Selasa, 22 Oktober 2019 |
Peristiwa & Umum - Daerah - Opini Warga

Warga Blokir Jalan Larang Truk Sawit Melintas

Selasa, 19 Mei 2015 | 19:29:44 WIB wib Dibaca: 985 Pengunjung
ilustrasi Dok : FokusJambi

Truk Sawit Penyebab Jalan Tersebut Rusak

FOKUS JAMBI. COM, MERANGIN - Sejumlah warga Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan dan Desa Rasau Kecamatan Pamenang, sengaja menutup jalan poros yang melewati desa mereka, Selasa (19/5).

Ditutupnya jalan tersebut, warga melarang kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) Sawit PT Pamenang Mitra Sejati (PMS) dengan sublayer CV Anugerah Bumi Masurai (ABM) melintas.

Informasi yang didapat.  penutupan jalan untuk truk pembawa TBS sawit perusahaan itu dilakukan warga sejak pagi, tepatnya diujung Jalan Desa Tambang Emas. Akibatnya puluhan truk pengangkut TBS dari loding ram yang akan dibawa ke pabrik PT IGUN terhenti.

Aksi penutupan merupakan bentuk protes warga yang mana jalan yang dilalui bukan jalan perusahaan. Jalan tersebut merupakan jalan desa atau jalan kabupaten.

Selain itu warga juga merasa resah dengan aktivitas truk pengangkut TBS perusahaan yang melebihi tonase. Warga menilai semenjak dilalui truk pengangkut sawit, jalan tersebut menjadi rusak.

"Akibat sering dilalui truk pengangkut sawit  jalan menjadi rusak. Apa lagi tidak ada kontribusi dari perusahaan terhadap desa," ujar salah satu warga.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga melalui Kapolsek Pamenang, AKP Joni Sihombing membenarkan, adanya penutupan jalan bagi truk pengangkut TBS PT PMS.

"Puluhan orang yang melakukan penutupan jalan di ujung desa Tambang Emas," kata Kapolsek.

Dia mengungkapkan, setelah dilakukan perundingan yang dihadiri oleh camat Pamenang Selatan, Mulyono dan pejabat beberapa desa serta perwakilan pihak perusahaan. Maka jalan yang sempat ditutup oleh warga dibuka.

Namun karena belum ada kesepakatan pertemuan yang dilakukan, truk pengangkut TBS tersebut tetap tidak diperboleh untuk melintas. Dan truk yang sudah terlanjur diisi TBS dibawa kembali menuju loading Ram.

"Rencana Kamis besok akan dilakukan pertemuan antara pejabat desa dengan pimpinan perusahaan. Karena pertemuan tadi (kemarin, red) tidak dihadiri pimpinan perusahaan, maka belum ada kesepakatan," jelasnya.

"Dan sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan warga yang melakukan penutupan jalan telah membubarkan diri," tuntasnya.(Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top