Senin, 23 September 2019 |
FokusJambi - Daerah - Pendidikan

USB SLB di Bangun Untuk Anak-Anak SDLB

Sabtu, 14 Februari 2015 | 13:47:36 WIB wib Dibaca: 1065 Pengunjung
Ilustrasi (Dok: Google)

Kami Ajukan SDLB Dapatnya SLB

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Semua pelanggaran struktur panitia pembangunan fisik Unit Sekolah Baru(USB), Sekolah Luar Biasa(SLB), yang di lakukan Ahkmad Bastari dan Cecep Arken di RT 21 komplek IBRD terjawab sudah.

Terbongkarnya pelanggaran struktur panitia dan hingga persengkokolan tidak baik tersebut, setelah  Kepsek Sekolah Dasar Luar Biasa(SDLB) Walyana membeberkan yang sebenarnya ke media di ruang kerjanya Selasa beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, sebenarnya Unit Sekolah Baru(USB) dan Sekolah Luar Biasa(SLB) tersebut

Adalah untuk anak-anak Sekolah  Dasar Luar Biasa(SDLB), yang akan di relokasi kesana, yang mana pada tahun 2012 pernah mengajukan melalui, Kepala UPTD yakni Aswan Efendi.

"Kronologisnya, pada tahun 2012 karena gedung Sekolah Dasar Luar Biasa(SDLB), yang terletak di kilo meter enam bermasalah, maka kami mengajukan lokasi dan gedung baru melalui UPTD, waktu itu kepala UPTD nya Aswan Efendi," ungkap Walyana.

Selanjutnya, karena persolaan SDLB takkunjung selesai, oleh Aswan Efendi di tunjuk untuk memakai rumahnya, untuk sementara waktu menjelang ada bangunan baru.

"Satu tahun kami menunggu rumah Pak Aswan Efendi, pada tahun 2013 kami di instruksikan pindah untuk menepati sementara bangunan dekat LP, hingga sampai saat ini menjelang kami di relokasi ke gedung yang baru," ceritanya.

Yang di herankan, tambah Walyana, entah bagaimana caranya Kadis Pendikan yang lama, Ahkmad Bastari bisa melobi ke pusat untuk USB SLB, NIP siapa siapa yang di pakainya.

Sementara untuk meloloskan agar Proyek USB SLB tersebut lolos ke Merangin, harus memakai Nomor Induk Pegawai(NIP), dari ketua panitia yaitu Kepala Sekolah.

"Entah bagai mana caran Pak Bastari ngelobi saya gak tau, yang jelas proyek USB SLB, bisa lolos ke Merangin, sarat mutlaknya harus mengunakan NIP dari ketua panitia, yaitu Kepala Sekolah, karena proyek tersebut adalah suwakelola," tuturnya.

Tidak itu saja,  awalnya pembangunan SLB tersebut tidak dilibatkan, namun akhir januari pada tahun 2015 Cecep nelpon bahwa di libatkan sebagai sekretaris dalam panitia pembangunan itu. 

"Sempat kaget saya, Cecep nelpon bahwa saya dilibatkan menjadi Sekretaris. Kenapa tidak dari awal pembangunan, saya di libatkan," pungkasnya.

Sementara terkuaknya pelanggaran kepanitiaan USB SLB yang di lakukan Ahkmad Bastari dan Cecep di Amini oleh ketua Dewan Perwakilan Daerah(DPRD), Kabupaten Merangin, Zaidan Ismail di saat Cecep di panggil ke ruang kerjanya.

"Ya, terkait persoalan pelanggaran kepanitiaan pembangunan USB SLB, Cecep mengakui bahwa, dalam berbentuk kepanitiaan SLB, tidak ada payung hukum yang jelas," kata Zaidan.

Di samping itu, kata Zaidan setelah mendengar keterangan Walyana dan Cecep memang kebijakan yang di ambil Akhmad Bastari dan Cecep Arken dalam membentuk kepanitian pembangunan USB SLB tersebut memang gak ada dasarnya.

"Setelah Saya tanya Cecep apa dasar hukum kamu buat struktur Panitia? Dia tidak bisa menjawab. Lalu saya gabungkan dengan keterangan Kepala Sekolah Walyana, memang tidak ketemu.

Kebijakan yang di ambil Ahkmad Bastari dan Cecep Arken dalam Struktur panitia, memang gak ada dasarnya, tuntasnya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top