Rabu, 26 Juni 2019 |
FokusJambi - Daerah

UPTD SUNGAI MANAU TERLIBAT PUNGLI

Jumat, 11 November 2016 | 11:20:29 WIB wib Dibaca: 948 Pengunjung

 

-P Dalam gaji 13 dan 14 tahun ini

FOKUS JAMBI.COM, MERANGIN - Upaya pemerintah pusat telah membuat UUD tentang Satuan Tugas (Satgas), pemberatasan Pungutan Liar (Pungli), diancung jempol.

Namun anehnya, ditengah Pemerintah Jorjoran merealisasi aturan itu masih ada yang melakukan Pungli. Seperti kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD), Kecamatan Sungai Manau Sahrul (45).

Menurut kabar yang berhembus dari pengawasnya berinisial G (53), kepala UPTD nya terlibat lakukan Pungli ke 343 orang guru yang mendapatkan gaji 13 dan 14 sebesar Rp 40 ribu satu kepala pada tahun 2016 ini.

"Parah, kepala UPTD kami, gaji 13 dan 14 untuk 343 personil tahun ini dipangkas sebesar Rp 40 ribu perkepala," kata G kemedia ini (11/11), sekitar pukul 10.00. WIB.

Selanjutnya, sebut G, selain memangkas gaji 13 dan 14, uang untuk operasional (SPPD), pengawas sebesar Rp 300 ribu juga ditilapnya.

" Buktinya, disaat saya ingin ambil  Sppd saya sebesar Rp 300 ribu didinas, ternyata suda diambil kepala UPTD, uang itu tak diberikan ke saya," timpal G.

Pungli ini juga dibenarkan, Sekretarisnya  UPTD Subhan (43). Menurutnya, praktek itu dilakukan kepala UPTD itu tepat dalam bulan puasa disaat pencairan gaji 13 dan 14.

" Ya, waktu itu bulan puasa, dia memungut satu orang guru sebesar Rp 40 ribu, " beber Subhan.

Sementara, kepala UPTD Sungai Manau Sahrul dibincangi melalui hpnya membantah melakukan pungli tersebut. Menurutnya, jika itu dilakukan tentu UPTD Sungai Manau akan kaya.

" Dakdo dak, kalau iyo macam itu kayo UPTD Sungai Manau ko," bantah Sahrul menggunakan logat dusunnya.

Setahunya, sebut Sahrul, hal tersebut merupakan hasil kesepakatan majelis guru dengannya, bukan unsur sengaja. Tujuan mereka memberi untuk uang rokok dan beli nasi.

" Untuk uang rokok, beli nasi, yang diberikan itu sah-sah saja, dan itu bukan merupakan pungli, " pungkasnya. (Han)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top