Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Daerah

TERKAIT PENYAKIT FILARIASIS, SAROLANGUN DINYATAKAN BEBAS

Senin, 20 Maret 2017 | 11:46:49 WIB wib Dibaca: 459 Pengunjung
Ilustrasi kaki gajah

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun saat ini tengah memantau perkembangan ditengah masyarakat mengenai penyakit Filariasis, dan ternyata, sejak tahun 2012 sampai 2017 kini, belum ditemukannya kasus penyakit Filariasis atau penyakit kaki gajah yang menimpa pada masyarakat. 

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, H Adnan melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Bambang Hermanto belum lama ini mengatakan bahwa penyakit itu belum ditemukan.

"Sejak tahun 2012, belum ditemukan kasus filariasis di Sarolangun. Pernah diambil sampel tahun 2013. Tapi hasilnya negatif semua. Kita juga terus melakukukan pemantaun di tengah masyarakat. Dan penetapan status bebas penyakit kaki gajah, yakni berdasarkan hasil temuan yang selalu negatif," terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa penyakit filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk. Setelah cacing disuntikkan oleh nyamuk, maka akan masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya.

"Filariasis bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap. Seperti pembesaran pada kaki, lengan, bahkan alat kelamin. Penyakit ini, bisa berkembang, apabila penderitanya tidak melakukan pengobatan secara cepat," jelasnya.

Mengenai pelaksanaan program penanggulangan penyakit filariasis, ternyata sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Sementara, pihak Dinkes Sarolangun, tetap melaksanakan sesuai ketentuan yang diatur.

"Kemenkes menekankan untuk melaksanakan program tersebut harus ada kasus dan pelaksanaan programnya harus bersifat kontinue dan berkesinambungan," tukasnya. (Ajk)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top