Senin, 22 Januari 2018 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

Terdakwa Kasus Pabrik Sawit Mini Terancam 10 Tahun Penjara

Rabu, 30 Desember 2015 | 10:36:34 WIB wib Dibaca: 772 Pengunjung
Ilustrasi: google.com

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN - Tiga terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan alat praktek siswa SMK Negeri 1 Sarolangun (Pabrik Sawit Mini, red) yang berlokasi di Desa Sungai Baung Kecamatan Sarolangun, didakwa pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kajari Sarolangun Agustinus SH melalui Kasi Pidsus Yusep Adhiyana, SH, kepada sejumlah wartawan kemarin (29/12) mengatakan, pembacaan surat dakwaan terhadap k tiga masing-masing HM Sasongko, H Thaharidi dan Asrizal dilakukan 14 Desember yang lalu.

‘’Ketiganya didakwa dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman pidana penjara di atas sepuluh tahun,’’ kata Yusep.

Ketiga terdakwa kata Yusep, diduga telah melakukan penyimpangan dalam pengadaan alat praktek siswa SMK Negeri 1 Sarolangun. ‘’Salah satu penyimpangannya pengadaan alat tidak sesuai dengan spesipikasi yang tertuang dalam kontrak, sehingga alat praktek tersebut tak berungsi sampai sekarang,’’ katanya.

‘’Sedangkan kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 2 miliar lebih dan belum dikembalikan sama sekali,’’ tambah Yusep.

Saat ini proses sidang di Pengadilan Tipikor terus berlanjut. ‘’Sekarang sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi ada puluhan saksi yang akan diperiksa,’’ ucapnya.

Saat persidangan kata Kasi Pidsus, ke tiga terdakwa didampingi pengacaranya masing-masing. ‘’Ketiga terdakwa sekarang ditahan di Jambi,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, kasus pengadaan pabrik sawit mini di SMK 1 Sarolangun terjadi tahun 2009 lalu. Dalam kasus ini, Asrizal sebagai PPTK dinas Pendidikan Sarolangun, Thaharidi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Sasongko sebagai penyedia barang. Proyek pengadaan alat praktek siswa ini menelan dana sekitar Rp 4,3 Miliar dengan waktu pekerjaan 150 hari kalender. Dengan mesin praktek sawit mini ini, diharapkan  dapat menghasilkkan 1,5 ton CPO/hari. Namun di lapangan ternyata mesin tidak berfungsi. (Ajk)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top