Kamis, 24 Oktober 2019 |
FokusJambi - Daerah

Tak Miliki Tenaga Ahli, Consultan di Duga Aba Abal Ini Kuasai Proyek Prencanaan dan Pengawasan Capai Milyaran Rupiah di OPD

Senin, 26 Agustus 2019 | 19:59:04 WIB wib Dibaca: 1793 Pengunjung

FOKUS JAMBI.COM, MERANGIN - Sejatinya pengusaha jasa Consultan kontruksi harus mempunyai badan hukum serta legalitas yang jelas dalam mengembangkan usahanya. 

Selain itu, juga melengkapi tenaga ahli terdiri dari personil pengwasan dan harian lapangan guna membuat laporan perkembangan fisik pekerjaan.

Akan tetapi lain halnya, Consultan yang di pimpin ditektur berinisial D. Kabarnya, D ini sebagai pengusaha bergerak di bidang Consultan kontruksi baik prencanaan dan pengawasan. Akan tetapi dia tidak memiliki tenaga ahli.

Padahal, hal itu merupakan salah satu syarat wajib di penuhi pihak pengusaha jika usahanya sebagai Consultan kontruksi.

“Ya itu lah yang terjadi saat ini, usahanya di Consultan tetapi tidak memiliki tenaga ahli, baik lapangan dan harian," ungkap beberapa Consultan minta namanya di rahasiakan ke media ini Jumat (23/8).

Beberapa paket fisik yang di kuasainya, tambah sumber,  terletak di semua OPD yang mengelola pekerjaan fisik pembangunan di Kabupaten Meraangin.

“ PUPR, Pariwisata, DPRD, dan Peternakan dan Perkebunan serta Dinkes. Itu semua D Consultan prencanaan dan pengawasannya tanpa ada ada tenaga ahli seperti pengusaha jasa Consultan saat ini," tambah nya lagi.

Selain Consultan, sambung sumber ini, dia juga merangkap sebagai rekanan (Kontraktor-red). Banyak proyek fisik yang yang di dapatkannya pada tahun 2019 ini yang bernilai pantastis.

“ Di DPRD, itu dia semuanya yang mengerjakan. Consultan yang merangkap jadi kontraktor, jika di hitung milyaran rupiah paket yang di dapatkannya," tukasnya.

Sementara D, di konfirmasi berbarapa minggu yang lalu membenarkan, bahwa dirinya medapat beberapa di kegiatan Consultan di OPD.

“ Iya ada, prencanaan kita yang dapat. Sementara, pengawasannya di percayakan dari Jasa Consultan Jambi," jawab D saat di hubungi media ini.

Saat di tanya D, kabarnya Consultan yang dipercayakan dari Jambi tersebut merupakan kedok, karena tersiar kabar hal itu dilakukan guna mengisi tenaga ahli untuk laporan harian agar dugaan praktek ini tidak tercium?

“ Itu tidak benar, soal pengawasan sah sah saja jika kita menggunakan pengawasan Consultan lain. Namun, itu di percayakan sama saya. Kan, mereka yang tanda tangan kontrak," tambahnya.

Namun, anehnya saat media ini mencoba meminta izin agar ini di publikasikan akan tetapi D melarang.

" Kau naikan jugo, jangan lah abang lagi dalam peejalanan ke Sarolangun. Sepulangnya nanti kita temu dulu," tukasnya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top