Rabu, 22 Mei 2019 |
FokusJambi - Opini Warga

TABLET TAMBAH DARAH, SOLUSI BAGI REMATRI-KAH?

Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:50:34 WIB wib Dibaca: 2234 Pengunjung

Oleh: Linda Ariyanti, A.Md

Minggu lalu, ada remaja putri yang mengirimkan pesan via whatsapp ke saya, ia mengirim foto tablet tambah darah dan bertanya apakah aman jika dikonsumsi. Karena saya bukan orang farmasi maka saya forward pesan tersebut ke teman yang memang mengerti tentang obat. Tak lama berselang saya mendapat jawaban bahwa obat tersebut aman karena memang hanya suplement sejenis vitamin. Esoknya, saya mendapatkan berita tentang adanya program bebas anemia bagi remaja putri, saat itu barulah saya ‘ngeh’ kenapa adek remaja yang masih duduk dibangku SMK mendapatkan obat tersebut.

Kota Jambi Siap Menuju Masyarakat Bebas Anemia, begitu tema yang diangkat Sekda Kota Jambi H. Budidaya saat membuka acara Pencanangan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Jambi, yang dipusatkan di SMK Unggul Sakti Kecamatan Jambi Timur, Senin pagi (6/8). Beliau menyebutkan bahwa Masada kesehatan dan gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ternyata membawa dampak yang cukup serius pada kualitas hidup individu dan bersifat permanen sampai usia dewasa. Terlebih, konsekuensi yang lebih serius terjadi pada individu berjenis kelamin perempuan. Timbulnya masalah gizi pada anak usia di bawah dua tahun erat kaitannya dengan persiapan kesehatan dan gizi seorang perempuan untuk menjadi calon ibu, termasuk Rematri (remajaputri). (metrojambi.com, 06/08/2018)

Remaja Butuh Kesehatan

Bicara kesehatan tentu sangat menarik, karena sehat bukan hanya sekedar keharusan tapi kebutuhan. Adakah orang yang ingin sakit? Tentu tidak. Termasuk para generasi negeri ini yang juga ingin sehat dan tumbuh dengan sempurna, menjadi generasi kuat yang akan membawa kebaikan bagi peradaban bangsa. Tapi apakah dengan program ini seluruh problem kesehatan terselesaikan? Tentu tidak. Saya bukan ahli dalam bidang kesehatan, tapi setidaknya saya pernah mengenyam pendidikan dalam dunia pangan. Kesehatan sangat erat kaitannya dengan makanan, minuman, serta  lingkungan tempat kita hidup.

Semboyan 4 sehat 5 sempurna tentu tak pernah kita lupa, tapi apakah dengan konsumsi tablet tambah darah kemudian otomatis para remaja menjadi sehat? Jelas tidak. Buruknya kesehatan remaja memang karena gizinya yang tak terjaga, sejak masa tumbuh kembangnya. Menteri Kesehatan RI mengungkapkan beberapa masalah kesehatan yang dialami dan mengancam masa depan remaja Indonesia yakni Remaja Kurang Zat Besi (Anemia), Remaja Harus Sadar Tinggi akan Badan, Remaja Kurus atau Kurang Energi Kronis (KEK), Kegemukan atau Obesitas (www.depkes.go.id). Saat ini ada berapa juta masyarakat miskin yang tak mampu memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna? Terlebih setelah pemerintah merilis bahwa keluarga dengan penghasilan Rp. 11.000/hari dianggap tidak miskin. Apakah cukup dengan uang itu rakyat memenuhi gizinya? Mustahil!

Sistem Kartel Dunia Farmasi

Dalam sistem demokrasi-kapitalisme,  sungguh seluruh kebijakan tak akan didasarkan pada kebutuhan rakyat, tapi pada tuntutan para kapital. Umat harus cerdas menilai setiap kebijakan pemerintah yang seolah mengatasi masalah tapi nyatanya dusta belaka. Jika serius ingin menjauhkan remaja dari penyakit anemia dan penyakit lainnya, harusnya asupan gizinya dijamin dan diperhatikan, bukan dengan solusi instan yang terkesan setengah hati. 

Kita juga harus memahami bahwa dunia farmasi Indonesia masih dalam pusaran sistem kartel, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus adanya praktik bisnis yang tak sehat di industri farmasi nasional. KPPU menaksir industri farmasi Indonesia bernilai Rp 56 miliar, 70 persennya dikuasai pemain besar (katadata.co.id, 10/02/2017). Lantas dengan apa kita bisa meyakini bahwa program bebas anemia ini akan mewujudkan kesehatan bagi remaja, padahal sistem farmasinya saja masih berantakan. Wajar saja, karena penguasa hari ini bermental pengusaha bukan pelayan rakyat.

Departemen Kesehatan Dalam Islam

Islam telah menetapkan kesehatan sebagai kebutuhan yang harus terpenuhi bagi setiap individu, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Siapa saja yang saat memasuki pagi merasakan aman pada kelompoknya, sehat badannya dan tersedia bahan makanan di hari itu, dia seolah-olah telah memiliki dunia semuanya” (HR al-Bukhari, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Islam juga telah menetapkan bahwa negaralah yang bertanggung jawab penuh atas terpenuhi kesehatan rakyat, Rasulullah saw pernah bersabda “Pemimpin yang mengatur urusan manusia (Imam/Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Untuk bisa melaksanakan tanggung jawabnya, kepala negara (Khalifah) akan membentuk struktur administratif (jihaz idary) yang akan menangani berbagai kemaslahatan rakyat termasuk kesehatan. Departemen ini bertugas memastikan terealisasinya kebijakan kesehatan negara yang meliputi beberapa prinsip: (1) pola baku sikap dan perilakusehat, (2) Lingkungan sehat dan kondusif, (3) pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau, (4) kontrol efektif terhadap patologi sosial.

Departemen ini juga bertugas melaksanakan pembangunan kesehatan meliputi keseimbangan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Promotif ditujukan untuk mendorong sikap dan perilaku sehat. Preventif diprioritaskan pada pencegahan perilaku distortif danmunculnya gangguan kesehatan. Kuratif ditujukan untuk menanggulangi kondisi patologis akibat penyimpangan perilaku dan munculnya gangguan kesehatan. Rehabilitatif diarahkan agar predikat sebagai makhluk bermartabat tetap melekat.

Dengan prinsip pengaturan kesehatan tersebut, wajar saja jika Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya.  Contohnya, Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis.  Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”Wallahu’alambishshowab[]

*Tenaga Pendidik & Anggota Komunitas Muslimah Jambi Menulis

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top