Selasa, 22 Oktober 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

SINDIKAT PEMBOBOL MESIN ATM 19 KALI BERAKSI DI KOTA JAMBI

Kamis, 26 Januari 2017 | 16:56:09 WIB wib Dibaca: 1162 Pengunjung
dua sindikat pembobol atm berhasil di bekuk polisi

 

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Dua orang sindikat pembobol mesin ATM yang telah 19 kali beraksi di kota jambi ahirnya di bekuk Aparat Kepolisian Sektor Telanaipura, jambi. Kedua pelaku adalah Irpan (19) warga Kabupaten Bungo dan Suandi alias Andi (32) merupakan warga Bogor, Provinsi Jawa Barat.]

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani didampingi Kapolsek Telanaipura, Kompol Ahamad Bastari Yusuf mengatakan, dalam aksinya kedua pelaku ini menggunakan modus menganjal mesin ATM dan membuat nomor telepon "call center" palsu, setelah korban yang merupakan nasbah bank mengalami kesulitan akibat ATM nya teganjal maka pelaku melancarkan aksinya.

“mereka ini sindikat banyak komplotanya, saat ini baru dua orang kita amankan. Hasil pemeriksaan di ketahui mereka telah beraksi sebanyak 19 kali di kota jambi ini,” terang kapolresta jambi kepada sejumlah wartawan.

Terungkapnya kasus ini kata Bernard, sejak beberapa pekan lalu dimana awalnya di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Beringin, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Saat itu, anggota polisi sedang berpatroli dan mencurigai gerak gerik kedua pelaku yang berada di dekat mesin ATM dan langsung mengamankannya.

“dari pengakapan ini juga didasarkan pada laporan korban bernama Benny Alamsyah (48), warga Danau Sipin, Kota Jambi. Dalam laporannya, korban mengaku mengalami kerugian uang sebesar Rp19,2 juta setelah ditipu oleh pelaku dengan modus penipuan di mesin ATM,” tukas  Bernard.

Polisi masih melakukan pengembangan guna mencari keberadaan komplotan lainnya yang berada di Jakarta dan Jawa Barat. Berdasarkan data yang diperoleh dari kepolisian, sindikat ini tidak hanya beraksi di Jambi, namun juga melancarkan aksi nya di luar provinsi jambi seperti Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Selain meringkus kedua pelaku, polisi turut berhasil menyita barang bukti uang tunai hasil kejahatan sejumlah Rp4,2 juta, satu obeng, lembaran transfer uang dari beberapa bank, kartu ATM BNI, print out transaksi BNI dan dua unit telepon genggam. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 378 KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. (Uti)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top