Senin, 23 April 2018 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

RP10 M SEBULAN NILAI PENGIRIMAN UDANG MANTIS DI JAMBI PADA FEBRUARI 2018

Selasa, 06 Maret 2018 | 14:51:54 WIB wib Dibaca: 481 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI - Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat kaya akan berbagai sumberdaya hayati laut. Keanekaragaman jenis organisme laut banyak dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, terdiri atas ikan, udang, rumput laut, dan kekerangan. Salah satu jenis udang yang berpotensi untuk dijadikan sumber gizi masyarakat namun belum banyak dikenal luas adalah udang mantis.

Udang mantis merupakan salah satu  jenis krustase laut yang sangat diminati untuk dikonsumsi, terutama oleh masyarakat  mancanegara  Udang mantis disebut juga udang lipan, udang getak, udang mentadak, udang eiko, udang ronggeng, dan udang belalang, dalam Bahasa Inggris disebut mantis shrimp atau ada juga yang menyebut dengan praying shrimp.  Disebut udang  mantis  karena  penampilan dan  karakteristiknya mirip dengan belalang sembah (mantis).

Udang mantis merupakan salah satu komoditas hewan laut yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Beberapa spesies udang mantis dikenal sebagai bahan makanan eksotis dan sebagai komoditas ekspor. Jenis-jenis udang mantis yang bernilai ekonomi tinggi adalah dari famili Harpiosquillidae dan  Squillidae, di  antaranya  dari  spesies  Harpiosquilla harpax,  Lysiosquillina maculata,  Squilla empusa,  dan Squilla mantis (Moosa, 1997).

Kepala Stasiun KIPM Jambi Ade Samsudin mengatakan bahwa Bagi masyarakat yang belum pernah melihat udang mantis, biasanya akan merasa aneh untuk mengonsumsi udang  tersebut. Meskipun belum banyak dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, namun udang mantis cukup diminati oleh negara-negara Asia seperti Malaysia, Cina, Jepang, Thailand, Filipina, Hongkong, bahkan sangat populer di negara-negara mediterania sampai ke Eropa.

Di Jepang, udang mantis merupakan bahan baku untuk membuat masakan sashimi (dalam bahasa Jepang disebut shako). Di Cina udang ini populer sebagai makanan yang cukup mahal, orang Canton menyebutnya dengan ”pissing shrimp,"Ujarnya.

Kata Ade, Udang mantis memiliki harga yang relatif lebih tinggi dibanding jenis  udang lainnya. Dalam keadaan  hidup, udang mantis dijual per ekor berdasarkan ukuran panjang, dengan kisaran size K Rp 7.000,-/ekor, size C Rp. 17.000/ ekor, size B Rp. 20.000/ ekor, size A Rp. 25.000/ ekor, size SP Rp. 70.000/ ekor, size JB Rp. 75.000/. "jika Dalam keadaan mati, udang mantis dijual dengan harga Rp 45.000,-/kg,"sambungnya

lebih lanjut Ade Samsudin selaku kepala Stasiun KIPM Jambi juga menjelaskan bahwa Pengiriman udang mentis dari jambi dibulan Februari 2018 adalah sebanyak 138.800 ekor, dengan frekwensi sebanyak 167 kali pengiriman, sementara itu nilai komoditas adalah Rp.10.185.000.000,-

Pegiriman udang mantis melalui SKIPM Jambi dilakukan melalui area cargo Bandara Sultan Thaha Jambi. Area tujuan pengiriman udang matis dari Jambi adalah ke Jakarta, selanjutnya akan di ekspor ke Hongkong, Singapura, Cina. Tentu saja hal ini sangat memberikan dampak yang positif terhadap ekonomi masyarakat di Jambi,”beber ade lagi.

“Terus meningkatnya pengiriman udang mantis melalui Propinsi Jambi tentu ini mengindikasikannnya stock hayati udang mantis yang melimpah dialam. Dalam rangka mencegah terjadinya penurunan hasil tangkapan sekaligus menjaga kelestarian populasi udang mantis, perlu  dilakukan upaya  domestikasi sebagai langkah awal dalam usaha pelestarian, diperlukan penelitian/kajian tentang  berbagai aspek seperti aspek biologi, ekologi, reproduksi, genetika, dan lain-lain.. Mari kita jaga kelestarian laut Indonesia untuk masa depan bangsa,tuntasnya.(Dar)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top