Senin, 23 April 2018 |
FokusJambi - Daerah

Riki Di Temukan Tergantung Di Kamarnya

Sabtu, 01 Agustus 2015 | 12:28:46 WIB wib Dibaca: 713 Pengunjung

Sempat Kirim SMS Ketemannya "Aku Ingin Pergi Dengan Tenang"

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN - Masyarakat kelurahan Sukasari Kecamatan Sarolangun,kemarin (31/7) sekitar pukul 15.30 WIB di hebohkan dengan tewasnya Riki Adliansyah bin Sahbudin (23),dengan tali terjerat di lehernya.

Dan pemuda tersebut pertama kali di temukan oleh orang tuanya,sudah tergantung di kamar milik keluarganya, sontak mendapati kondisi tersebut orang tua korban langsung berusaha untuk menurunkan tubuh anaknya, dengan memotong tali yang menjerat leher anaknya tersebut.

Namun usaha orang tuanya tidak mampu menolongnyawa korban, sebab korban sudah tewas dengan kondisi tergantung, tak jauh dari depan kamar di sebelah rumah orang tuanya.

Di duga korban nekat mengakiri hidup, karena masalah pribadi, sebab selama ini menurut Dd keluarga dekat korban, mengakui bahwa korban memiliki jiwa tertutup.

"Setau saya korban memiliki pribadi tertutup, dan memang pernah dengar jika korban yang sebelumnya bekerja di Hipermarket di Bangka Belitung, dan korban pernah minta ijin keorang tuanya untuk bekerja di Bali" katanya.

Permintaan tersebut juga di respon baik, oleh orang tua korban bahkan sepeda motor orang tuanya akan di jual, untuk membiayai korban untuk bekerja di Bali.

"Dan permintaan korban juga di restui bahkan orang tuanya sudah siap untuk menjual motor, untuk biaya korban ke Bali, jadi kami juga tidak menyangka jika korban senekat itu mengakhiri hidup," ujarnya lirih.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sarolangun AKP Buheri dengan didampingi Kapolsek Kota Sarolangun AKP Tony Aldrian LT membenarkan kejadian tersebut, dan dirinya mengatakan bahwa dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polisi tidak menemukan ada tanda tanda kekerasan di tubuh korban dan korban murni bunuh diri.

"Iya benar, korban ini dulunya Kerja di Bangka Belitung, pulang liburan karena lebaran ini, setelah itu dirinya minta izin sama orang tuanya untuk bekerja di Bali, namun orang tuanya tidak mengizinkan dirinya pergi, dengan alasan terlalu jauh, namun hal itu tidak bisa dikatakan penyebabnya, dan dari hasil visum dan juga oleh TKP, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan ini murni bunuh diri, dan kita juga melihat bahwa korban sudah menyiapkan tali untuk mengakiri hidupnya,dan kita masih menyelidiki kejadian ini," tandas Kasat.

Saat sekarang lanjut Kasat, tim identifikasi dari Polres Sarolangun tengah melakukan penyidikan apa penyebab sebenarnya.

"Saat sekarang kita tengah mendalami kasus ini, dan tim kita sedang melakukan Identifikasi lebih dalam lagi, kalau di lihat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini murni gantung diri dan tidak ditemui tanda-tanda kekerasan," jelas Kasat.

Dari pantauan koran ini kemarin, terlihat warga masih banyak yang melihat dimana korban di temukan meninggal, dan keluarga korban terlihat sedih dengan kepergian keluarga mereka.

Sebelum RA mengakhiri nafasnya terakhir, korban sempat mengirim sejumlah pesan singkat (SMS) ke beberapa temennya dengan ucapan "Aku minta Maaf sebelumnyo, Kalau emang aku ado salah tolong di maafkan sebesar-besarnyo, karna aku pengen pergi dengan tenang, dan mungkin kito dak akan ketemu lagi, kalian semua selalu ado dalam hidupku, buat kalian semuanya bisa langsung datang kerumah, Assalamu'alaikum Waroh matullahiwabarakatuh, salam manis Ricky Adliansyah,”

Salah satu temannya yang menerima pesan dari korban tersebut, langsung menjawab "Apolah Abang ko". (Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top