Minggu, 25 Agustus 2019 |
FokusJambi - Opini Warga

REAKTUALISASI PERAN GENERASI MUDA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH

Senin, 25 September 2017 | 16:10:34 WIB wib Dibaca: 617 Pengunjung
Ragil Satria Wicaksana, MSI

Oleh : Ragil Satria Wicaksana, MSI

Tren positif ditunjukkan oleh kondisi perekonomian Indonesia yang hingga Triwulan I-2017 berada pada kisaran 5,01 persen. Data tersebut merupakan hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Kinerja Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Jambi di tahun 2017. Asesmen yang dilakukan oleh BI terkait kondisi ekonomi di Indonesia bersifat kolektif dan komprehensif. Hasil asesmen dapat dijadikan sebagai parameter terkait progresifitas laju perekonomian yang ditunjang oleh banyak sektor serta sebagai dasar pertimbangan terkait perumusan strategi maupun kebijakan ekonomi yang akan diimplementasikan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah di waktu yang akan datang.

Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang berada pada iklim ekonomi yang relatif kondusif dan stabil. Hal tersebut dapat dilihat dari visualisasi data pertumbuhan ekonomi yang hingga Triwulan I-2017 tercatat pada KEKR BI sebesar 4,27 persen. Optimisme ekonomi di Provinsi Jambi terlihat dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan pada Triwulan II-2017 mencapai kisaran 4,57-5,07 persen. Berdasarkan rekapitulasi data ekonomi yang ada maka dapat dikonklusikan bahwa dinamika ekonomi Provinsi Jambi secara gradual diprediksikan akan terus mengalami peningkatan.

Problematika seputar pembangunan ekonomi daerah adalah isu masif yang terjadi hampir di setiap provinsi di Indonesia tidak terkecuali Provinsi Jambi. Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi daerah tidak hanya memiliki kompleksitas yang tinggi namun juga heterogen. Isu seputar kemiskinan, pengangguran bahkan ketimpangan pendapatan yang berimplikasi terhadap kesejahteraan merupakan contoh konkrit dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah khususnya pada sektor ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk mengadakan suatu pembahasan terkait aktivasi peran generasi muda dalam berpartisipasi secara langsung terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Jambi di tahun 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dijustifikasi melalui publikasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa TPAK di tahun 2017 sebesar 70,84 persen, sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan TPAK tahun 2016 yang terhitung sebesar 68,53 persen. Secara normatif ada korelasi antara TPAK dengan kedudukan generasi muda. Argumentasi dari pernyataan tersebut disebabkan generasi muda merupakan komponen yang representatif untuk dijadikan dasar perhitungan dalam TPAK. Adanya peningkatan pada sisi jumlah angkatan kerja memiliki inter-koneksi terhadap naiknya jumlah orang yang bekerja di Provinsi Jambi yakni sebanyak 96,1 ribu orang sekaligus ikut mereduksi jumlah pengangguran yang turun sebanyak 13,3 ribu orang.

Ditinjau melalui status pekerjaan utama, jumlah pekerja di Provinsi Jambi dihegemoni oleh status bekerja sebagai buruh atau karyawan. Adapun hasil kalkulasi yang dilakukan oleh BPS Provinsi Jambi menyebutkan bahwa luas cakupan (share) pekerja dengan status tersebut mencapai kisaran 36,7 persen atau sebanyak 633,7 ribu orang di bulan Februari 2017. Sedangkan dari sisi kategori pekerja dengan dibantu buruh tetap baru mencapai kisaran 74,4 ribu orang. Jumlah pekerja dibantu buruh tetap terindikasi ada sedikit kenaikan jika dikomparasi dengan catatan tahun 2016 yang terhitung 64,4 ribu orang artinya tumbuh sekitar 15,53 persen.

Generasi muda memiliki peluang untuk melakukan akselerasi pembangunan ekonomi daerah melalui skema wirausaha (entrepreneur). Eksistensi generasi muda yang kreatif, inovatif serta produktif akan memiliki determinasi positif terhadap kemajuan dan kemapanan dari struktur ekonomi suatu daerah. Sebagai ilustrasi, negara Jepang masuk pada kategori Negara Maju dikarenakan partisipasi masyarakatnya untuk menjadi wirausahawan berjumlah 2 persen di tingkat sedang dari total populasi penduduknya, sedangkan jumlah wirausahawan yang terafiliasi di level kecil sebanyak 20 persen dari jumlah populasi penduduk yang ada. Inilah yang disebut oleh Heidjrachman Ranu P dalam penelitian di tahun 1982 sebagai keyfactors (kunci keberhasilan) pembangunan negara Jepang. Dari sumber yang lain, PBB menyatakan bahwa suatu negara akan mampu membangun apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2 persen dari jumlah penduduknya (Buchari Alma).

Ada dua hal yang perlu dieksposur oleh Pemerintah Provinsi Jambi dalam merespon kedudukan generasi muda terkait pembangunan ekonomi daerah. Pertama, adalah adanya transformasi keilmuan seputar pentingnya wirausaha di kerangka berpikir (mode of thought) generasi muda. Pemprov bisa bekerja sama dengan departemen pendidikan untuk mengkonstruk model kurikulum yang mensinergikan mata pelajaran seputar wirausaha. Hal ini diperkuat dengan pendapat Hisrich dan Poter (1995) entrepreneur are not born-they develop yang artinya wirausaha tidaklah lahir dengan sendirinya mereka dikembangkan. Pendidikan merupakan salah satu sarana yang efektif dalam upaya menginternalisasi pentingnya jiwa wirausaha untuk dikembangkan pada kalangan generasi muda.

Kedua,Pemprov Jambi mulai melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat terkait adanya program Rumah Kreatif BUMN (RKB). Tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan ekonomi (wirausaha) berupa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilakukan oleh generasi muda di Provinsi Jambi sudah cukup sporadis. Dari adanya fenomena keterlibatan generasi muda di sektor UMKM jelas memerlukan suatu kontrol dan pembinaan yang bersifat kontinyu dan berkelanjutan (sustainable) dari pemerintah. Program RKB mengusung konsep Go-Modern, Go-Digital, dan Go-Online. Hal ini diharapkan akan berdampak positif terhadap standarisasi kualitas produk UMKM yang diproduksi oleh generasi muda, serta dari sisi formula promosi dan strategi penjualan menjadi lebih efektif sehingga respon pasar semakin baik. Pada akhirnya usaha yang dilakukan oleh generasi muda akan semakin ekspansif serta ekstensif sehingga perekonomian daerah menjadi lebih maju dan kuat.

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top