Selasa, 22 Oktober 2019 |
FokusJambi - Teknologi & Inet

Pujian & Kritikan untuk Asus Zenfone 2 RAM 4 GB

Rabu, 20 Mei 2015 | 15:54:29 WIB wib Dibaca: 699 Pengunjung

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA - Asus Zenfone 2 cukup menjadi bahan perbincangan. Soalnya handset Android itu dibekali spek mumpuni tapi harganya lumayan terjangkau. Yang jadi sorotan terutama kapasitas RAM yang tembus 4 GB.

Beberapa media lokal maupun mancanegara telah melakukan review mendalam soal Zenfone 2 ini, khususnya model RAM 4 GB. Berikut kesimpulan dari mereka:

Tomsguide

Asus membenamkan lebih banyak RAM pada ponselnya daripada yang dilakukan perusahaan lain dan CPU Intel Atom-nya lebih baik dibanding ponsel menengah seperti Alcatel OneTouch Idol 3 dan OnePlus One. Casing belakang yang dapat dibuka juga berguna dan gaya. Saya juga mengapresiasi fitur software yang dimasukkan Asus seperti launcher ZenUI, gesture control dan PC Link.

Tapi Zenfone tidaklah sempurna. Baterainya kurang bertahan lama, speakernya kurang nendang, dan kamera belakangnya tak bisa menandingi smartphone papan atas. Tapi dengan harganya yang cuma USD 299, memang ia tak perlu sampai seperti itu.

Anda tidaklah gila jika lebih memilih Samsung Galaxy S6 atau LG G4 dibanding Zenfone 2, tapi Anda memang gila jika tidak mempertimbangkan Zenfone 2 ini, terutama mengingat berapa uang yang bisa Anda hemat.

The Street

Dalam tes kami, Zenfone 2 performanya bagus. Performanya luar biasa dan terbukti cukup cepat menangani semua yang kami berikan, bahkan membuka lusinan aplikasi di saat yang sama. Prosesor Intel bisa menanganinya. Semua aplikasi yang biasa diinstal, mampu bekerja seperti di handset lain yang memakai prosesor Qualcomm, Samsung atau yang lain.

Satu komplain barangkali speaker yang kurang kencang. Sedangkan kameranya memproduksi beberapa potret yang cukup baik. Apakah handset ini sempurna? Tentu tidak ada smartphone yang sempurna. Tapi apakah ini adalah ponsel Android bagus dengan harga yang tepat? Simpulkan sendiri.

AsiaOne

Dari sisi desain, Zenfone 2 mirip dengan perangkat LG. Kamera 13 megapixelnya mengambil gambar cukup baik dengan warna natural, meskipun HDR dan beberapa fungsi lain bisa bermasalah, karena ponsel kadang pause di antara pemotretan.

Layar full HD adalah nilai plus, terutama untuk melihat video. Dengan Zenfone, Asus berhasil menempati posisi niche di pasar smartphone meskipun penggunaan chip Intel ada masalahnya. Ada isu performa dalam beberapa game yang saya mainkan. Mungkin karena kebanyakan game dioptimalkan untuk prosesor Qualcomm.

Asus mungkin juga perlu menilik ulang bloatware-nya. Setelah seminggu penggunaan, ponsel ini menayangkan notifikasi sekitar 30 update pending. Sekitar 20 di antaranya adalah aplikasi dari Asus yang kebanyakan tidak saya gunakan dan tidak penting.

AnandTech

Berdasarkan sedikit waktu yang saya habiskan dengan Zenfone 2, saya terkesan dengan apa yang diciptakan Asus dan Intel ini dengan harga seperti itu. Dalam beberapa hal, Zenfone 2 berkompetisi melawan ponsel dengan harga jauh lebih tinggi. Jika tak sama bagus, biasanya ponsel ini performanya melebihi perangkat di rentang harga USD 200 sampai USD 300 dengan jarak yang signifikan. Inilah sepertinya kekuatannya.

Banyak yang bisa disukai di Zenfone 2. Meskipun chassisnya bukan alumunium atau metal, desainnya masih sangat baik. Layarnya juga sangat tajam meski akurasinya masih bisa ditingkatkan. Dalam hal performa, CPU-nya kompetitif dengan perangkat flagship tercepat yang lain. Dibandingkan ponsel berharga sejenis, Zenfone 2 berada di depan dalam hal performa CPU dan GPU.

Dengan harganya itu, Asus memang tidak bermaksud head to head dengan ponsel seperti iPhone dan Galaxy S6, namun jika Zenfone 2 bisa menghantarkan pengalaman pemakaian layaknya flagship, ia memiliki potensi menarik user yang bisa menerima kekurangannya dengan imbalan penghematan yang signifikan.

Selama pengujian, detikINET sama sekali tidak pernah merasakan gejala nge-lag, lemot ataupun sejenisnya di ponsel ini. Padahal ponsel ini disiksa dengan menjalankan beberapa aplikasi dan game berat secara bersamaan. Dan dalam perpindahan antar aplikasi tersebut selalu berjalan dengan halus dan lancar.

Namun tentu Zenfone 2 tetap memiliki kekurangan. Seperti peletakan tombol power yang kurang tepat. Dengan layar sebesar 5,5 inch, agak aneh jika tombol power diletakkan di bagian atas yang sulit terjangkau. Akan lebih baik jika tombol tersebut ditaruh di bagian samping, atau malah di belakang ponsel, seperti tombol volumenya.

Jumlah bloatware alias aplikasi bawaan yang dibenamkan Asus ke dalam Zenfone 2 ini pun terbilang sangat banyak. Apalagi aplikasi tersebut tak bisa dihapus kecuali ponsel telah di-root. Untungnya ada 'Auto-start Manager' yang bisa mengatur aplikasi mana saja yang boleh berjalan saat ponsel menyala.

Suhu ponsel ini pun bisa dibilang agak mengganggu, karena bahkan dalam pemakaian ringan pun, bagian belakang ponsel akan menghangat, meski tak bisa dibilang panas. Sebenarnya suhu ini pun terbilang wajar karena prosesor Intel Atom Z3580 quad core yang dipakai punya clock speed sangat tinggi, yaitu 2,3 GHz. Secara garis besar, dengan harga Rp 3,9 juta, perbandingan harga dan performa Zenfone 2 ZE551ML bisa dibilang sangat memuaskan. Zenfone 2 bisa jadi jagoan ponsel di kelas harga Rp 4 jutaan. (dtk)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top