Selasa, 24 September 2019 |
Peristiwa & Umum - Daerah

PT RAL Kangkangi Pepres dan Kepres

Minggu, 30 Agustus 2015 | 15:36:38 WIB wib Dibaca: 869 Pengunjung
Papan Merk Tanpa Tercantum Anggaran dan Volume

-p Pelebaran Lajur 1 Untuk Jalur Dua

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Sebelumnya PT. Rudy Agung Laksana (RAL), diduga bermasalah pengerjaan proyek normalisasi sungai Batang Mesumai.  Kali ini, PT. Yang berdomisili di Rantau Keloyang Kabupaten Bungo tersebut kembali mendapat kecaman dari sejumlah tokoh masyarakat.

Pasalnya, sejauh ini proyek pekerjaan pelebaran Jalan Lintas I Bangko pada lajur empat untuk dua jalur dilengkapi dokumen seperti  papan nama, namun  tanpa dilengkapi volume pekerjaan dan anggaran biaya.

Kuat dugaan Pekerjaan tesebut, ada kong kalingkong dengan konsultan perencana PT.Bumi Persada Engineenering Consultants Consultants, Jo PT. Eikelia Mitra Consultan.

Proyek yang bersumber dari dana APBN-P tahun 2015 Kementerian Pekerjaan Umum Direktoral Jembatan Bina Marga Balai Besar pelaksanaan jalan nasional Wilayah II tersebut diduga di dusun sedemikian rupa agar publik tertipu.

Meski demikian, Subadra (32) salah seorang warga setempat,  tak mudah dikelabui. Dia mengatakan, pada prinsipnya masyarakat sangat terbantu dengan pelebaran jalan tersebut.

Namun, yang jadi pertanyaan berapa meter pajang jalan itu akan dikerjakan, oleh PT RAL dan berapa budget-nya. 

“Papan merk proyek sudah ada, namun volume pekerjaan dan anggaran, tapi yang ini tidak terlihat dak aneh,” kata Subadra kesal ke media ini Minggu (30/8).

Kalau demikian, ujar Subadra, PT. RAL sudah kangkangi Peraturan Presiden (Perpres), No 70 tahun 2012, tentang pemasangan papan merk proyek dan Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, bahwa setiap proyek diwajibkan untuk memasang papan nama proyek.

“Meskipun kita bukan orang teknis, namun kita tau aturan papan mrek yang dituang dalam Perpres, kalau demikian jelas sekali PT. RAL saat ini menginjak-injak aturan yang di tetapkan Presiden," tegasnya.

Dikatakannya, yang ditakutkan dalam pengerjaannya PT. RAL mengerjakan asal jadi. Karena masyarakat tak mengetahui spesifikasi rincian proyek yang dikerjakan.

"Tidak menutup kemungkinan, proyek dikerjakan PT. RAL tersebut asal-asalan. Pasalnya, Perpres aja dikangkangi apalagi mengelabui papan proyek. Yang kita takutkan nanti baru selesai dikerjakan hancur kembali," sambungnya.

Melihat ada kejenggalan itu, Subadra pinta penegak hukum untuk menindak kontraktor nakal yang dengan sengaja melanggar peraturan apalagi peraturan tersebut atas nama presiden. 

“Saya heran saja, apa boleh menggunakan dana APBN atau APBD kita laksanakan proyek tidak mencantumkan plang nama proyek lengkap dengan volume anggaran Padahal, aturan itu sudah tertuang dalam Pepres No 70 tahun 2012 dan Kepres No. 80 tahun 2003, dan UU Keterbukaan Informasi, setiap penggunaan angran yang dikeluarkan oleh pemerintah dari dana masyarakat yang diperoleh dari pungutan pajak yang dikelolah oleh pemerintah harus transparan,” pungkasnya.

Sementara pihak Pelaksana PT.  RAL Zamri di bincangi melalui via telfon enggan terkesan mengelak ketika ditanyakan tidak adanya volume anggaran di papan merek.

"Oo ya, kalau memang ada aturan tetang itu,  nanti kita akan tulis volumenya dan anggaran di papan mrek itu," seraya mematikan Hp nya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top