Sabtu, 20 Juli 2019 |
Peristiwa & Umum - Daerah

Proyek 4 Miliar Dikerjakan Asal Jadi

Kamis, 01 Oktober 2015 | 12:13:41 WIB wib Dibaca: 861 Pengunjung
Tampak Pengerjaan Rijid Beton di Limun Sedang Dikerjakan dengan Kualitas Bahan Matrial Mengecewakan

p- Kualitas Bahan Matrial Mengecewakan

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN - Belum selesainya permasalahan jalan panti-sekamis yang diduga asal jadi sekarang sudah menambah lagi proyek pengerjaan jalan rijid besi di Limun, seharusmnya Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sarolangun seyogyanya dibangun sesuai dengan kebutuhan.

Namun dalam konteksnya terihat lebih banyak menghamburkan uang negera, seperti yang dilakukan pembangunan peningkatan jalan rijid beton Pulau Pandan-Panca Karya Kecamatan Limun sepanjang 500 meter di bangun dengan dana Rp 4 M lebih. Pengerjaan jalan tersebut dimenangkan oleh PT Krakatau Bumi Kalasan.

Pantauan di lapangan, saat Bupati sarolangun Cek Endra bersama dengan Wabub Sarolangun Fahrul Rozi dan juga kapala Dinas PU-Pera Sarolangun Arief Ampera beserta asisten II Ir Fauzi MT, anggota DPRD Sarolangun dari komisi III Hermi, Alimuntoha, dan juga Azrai, terlihat bangunan yang di kerjakan masih sebatas pengecoran sayap jalan, namun terlihat matrial seperti besi yang berukuran 10 dan 12 inci dan juga pasir batu (Sirtu) tidak layak pakai.

Dengan kondisi tersebut terlihat jelas di wajah Bupati Sarolangun terlihat geram, kenapa tidak tenaga kerja terlihat lebih sedikit, sementara volume pekerjaan belum maksimal.

“ini bisa tidak tekejar dengan batas masa kerja, sebab tenaga kerjanya sangat sedikit, dan saya minta agar pemenang tender untuk menambah tenaga, kalau tidak pekerjaan ini tidak akan selesai tepat waktu,“ ujar bupati kesal dengan nada kesal

Bukan hanya itu saja, menurut Bupati pengerjaan jalan mestinya memiliki skala prioritas, sebab jalan tersebut dinilai masih layak dan masih banyak lokasi yang butuh direhab.

“Saya kira jalan ini meskipun sering terendam, namun masih bisa dilalui sebab masih banyak yang harus kita rehab, dan kita lihat jalan sepanjang Kecamatan Limun masih banyak yang harus ditangani, dengan dana yang besar saya minta pekerjaan ini tidak main-main sebab anggaran daerah besar mestinya harus pembangunan jalan yang menjadi manfaat masyarakat banyak,“ ujarnya.

Sementara itu menurut Hermi anggota DPRD sarolangun, mengatakan bahwa pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur harus benar benar tepat sasaran.

“Saya kira dengan biaya yang cukup besar, pekerjaannya juga harus maksimal dan tepat sasaran, jangan sampai sudah dibiayai oleh uang rakyat tetapi tidak sesuai dengan keinginan masyarakat,“ jelas Hermi.

Menurutnya, masih banyak lokasi jalan sepanjang Kecamatan Limun yang harus diperbaiki dan bukan hanya satu titik pengerjaan, namun menelan dana miliaran.

‘’Lihat saja di sepanjang jalan kecamatan limun ini, masih banyak yang harus dibenahi. Ini sungguh tidak tepat, sebab pembangunan jalan rijid beton sepanjang 500 meter dibiayai hingga Rp 4 M lebih, ini ada apa,’’ kesalnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPRD sarolangun Alimuntoha, menurutnya bahwa matrial yang dibuat untuk membangun rijid beton,tidak layak pakai.

‘’Bagaimana mutunya kita lihat saja sertunya, dikasih saja tidak akan dipakai orang, apalagi ini untuk membuat rijid beton. Kita sudah cek ke lapangan langsung, besinya saja cuma ukuran 10 dan 12 inci, sementara batu seplitnya seperti batu biasa saja. Janganlah pemborosan anggaran, dan saya yakin ini bisa jadi masalah di kemudian hari,’’ tegasnya.

Dul warga Limun yang dijumpai di lokasi juga sangat menyayangkan dengan pembangunan rijid beton yang banyak menyedot anggaran.

‘’Sebagai warga Limun saya sangat kecewa, sebab  pembangunan jalan tidak sesuai dengan kondisi jalan kami, sebab jalan ini masih layak untuk dilewati, dan jarang terendam banjir. Sementara jalan lain yang rusak malah tidak dibangun,’’ katanya.

Dirinya bersama dengan warga siap untuk melakukan aksi, jika pengerjaan jalan rijid beton dengan biaya mahal namun tidak berkualitas.

‘’Kami bersama dengan warga di sini sudah siap untuk demo bang, sebab biaya besar tapi jika kualitasnya buruk kami siap bertindak, sebab kami masyarakat ini sekali dibangun bisa digunakan untuk selamanya jangan sampai  ini jadi proyek yang hanya menguntungkan orang lain dan kami malah sengsara,’’ jelasnya berapi api.

Sementara itu saat beberapa awak media iingin berusaha untuk mencari konsultan, menurut pekerja tidak ada di lapangan, sementara dalam papan merk juga tidak ditulis siapa konsultanya. (Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top