Senin, 23 September 2019 |
FokusJambi - Nasional

Polisi Panggil Saksi Pengancaman Terhadap Wartawan

Jumat, 22 Juli 2016 | 14:01:28 WIB wib Dibaca: 322 Pengunjung
Kapolres Padang Panjang AKBP Heru Yulianto

 

FOKUSJAMBI.COM, Padang Panjang - Kepolisian Resor Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, memanggil beberapa saksi untuk meminta keterangan mereka mengenai kasus pengancaman terhadap wartawan yang bertugas meliput pemerintah setempat.

"Saat ini kami masih memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya, terkait kasus pengancaman terhadap wartawan," kata Kapolres Padang Panjang AKBP Heru Yulianto melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ismet di Padang Panjang, Jumat.

Pemanggilan saksi itu katanya, merupakan tahapan pengungkapan kasus pengancaman wartawan sebelum penetapan tersangka.

"Banyak tahapan yang dilalui untuk mengungkap kasus ini (pengancaman wartawan) termasuk pemanggilan saksi untuk dimintai keterangannya," ujarnya.

Ismet tidak mengatakan berapa banyak saksi yang akan diperiksa untuk membantu pengungkapan kasus tersebut. "Jumlah saksi sesuai dengan perkembangan kasus nantinya, bisa banyak bisa sedikit" katanya.

Sebelumnya, sejumlah wartawan Padang Panjang menerima ancaman dari orang tak dikenal hingga sampai ke pembunuhan.

Para wartawan Padang Panjang yang menerima SMS itu melaporkan kasus itu ke Polres setempat dengan didampingi puluhan pekerja jurnalistik dari berbagai daerah.

Menurut sejumlah wartawan Padang Panjang, ancaman itu bertentangan dengan kebebasan pers yang tertuang dalam Undang-Undang Pers tahun 1999.

"Ancaman kepada wartawan sangat bertentangan dengan UU Pers, maka kami melaporkan kepada kepolisian," kata wartawan Harian Metro Andalas Paul Hendri.

Ancaman yang disampaikan oleh OTK itu diduga tidak senang terhadap wartawan yang memberitakan kasus dugaan korupsi di pemerintah setempat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang Syamsudarman. Ia meminta Polres Padang Panjang mengusut tuntas peneror wartawan itu.

"Nada yang disampaikan oleh OTK itu cukup keras dan serius sampai akan mengancam membunuh, maka kami merasa tidak nyaman dalam bekerja. Kami minta perlindungan kepada pihak kepolisian," katanya. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top