Jumat, 18 Oktober 2019 |
FokusJambi - Daerah - Pendidikan

Plafon SDN 2 Bangko Ambruk akibat ribuan Kotoran Kelelawar

Kamis, 29 Oktober 2015 | 10:35:30 WIB wib Dibaca: 910 Pengunjung
Kondisi Flapon SD.N 2 Bangko yang ambruk

 

FOKUS JAMBI. COM, MERANGIN - Tidak ada bentuk perhatian Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya Dinas Pendidikan Merangin, terhadap anjloknya Flapon sekolah terfavorit di Kota Bangko Sekolah Dasar Negeri (SDN2) yang diakibatkan ribuan kotoran kelelawar membuat kondisi aktivitas belajar di sekolah tersebut tergganggu.

Pasalnya, Menurut Kepala SDN 2 Bangko, Ibnu Hajar dikomfirmasi Rabu (28/10), sejak dua tahun dirinya mengajar di tempat SDN 2 tersebut, sampai saat ini pihak terkait seperti Disdik Merangin  hanya berjanji saja, namun tidak ada realisasinya.

" Saya sudah melaporkan, ke Dinas Pendidikan Merangin, dan Bapeda Merangin, serta Bupati agar mencari jalan keluar masalah Kelelawar ini, namun sampai saat ini tidak realisasinya," ungkap Kepsek SDN 2 Ibnu Hajar.

Dia mengatakan, dengan kondisi seperti ini selain beraroma busuk dari kotoran yang sangat menyengat, hal ini juga sangat berdampak buruk bagi siswa yang mengikuti proses belajar mengajar.

" Ya, kami segenap guru sangat terganggu dengan kotoran binatang itu. Disamping suaranya hiruk pikuk, aroma dari kotorannya juga sangat bau," sambungnya. 

Diceritakannya, guna mengantisipasi jatuhnya korban akibat kejadian serupa, ruang kelas yang bedekatan dengan ruangan yang plaponya dipenuhi kotoran kelelawar berada disebelahnya juga terpaksa dikosongkan. Selain itu siswa juga dilarang bermain di dalam ruang kelas yang dikosongkan itu.

‘’Sementara dua kelas yang kosong terpaksa kita jadikan satu kalas dan siswa terpaksa berdesakan dengan siswa lainya dalam satu kelas, karena kita kekurangan kelas,” tuturya.

Lebih jauh Ibnu menyampaikan, sebenarnya persoalan Kalelawar di SDN 2 ini bukan merupakan permasalahan baru. Namun, sejauh ini tidak ada upaya dari Pemda untuk mengatasi keberadaan kelelawar yang kian meresahkan siswa dan guru saat disekolah.

‘’Akibat plafon ambruk yang membawa kotoran kelelawar mebawa dampak bagi siswa, dimnaa saat melintas di ruangan tersebut badan lansung gatal gatal akibat kotoran kelelawar, ini jelas sebuah penyakit,” bebernya.

Ibnu mengungkapkan akibat kejadian tersebut siswa kelas  II harus bedesakan didalam kelas, dimana sebelumnya belajar di Enam kelas sekarang terpaksa mengunakan empat ruang kelas itupun diatas plaponya masih menjadi tempat bersaranya kelelawar.

‘’Tidak ada pilihan lain gedung sekolah tersebut harus dibongkar total, karena menghindari kekelawar juga antisipasi ancaman penyakit yang bakal timbul akibat kotoran kelelawar,” keluhnya.

Sementara,  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Merangin, Mashuri melalui Kabid Dikdas, Jamalludin setelah mendapat laporan ambruknya plapon ruang kelas SD 2 tersebut. Dirinya lansung merespon dan akan segera mengabil tindakan perbaikan.

‘’Kita masukan kedalam ususlan pembanguan ditahun 2016 mendatang, direncakan akan dilakukan rehab berat, agar kelelawar yang besarang di atas plapon SD 2 bisa dengan sedinrinya menghilang,” tuntasnya.(Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top