Minggu, 18 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

PKL di Kawasan RSUD Mataher Jambi Keluhkan Pungutan Rp 100 Ribu

Kamis, 19 Maret 2015 | 13:04:42 WIB wib Dibaca: 596 Pengunjung

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI – Sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan rumah sakit mataher jambi mengelurhkan adanya pungutan liar (Pungli). Dimana pengakuan pedagang mereka harus di wajibkan membayar Rp 100 ribu per Lapak tiap bulanya.

Dari penelusuran, diketahui pada areal tersebut ada Sebanyak 36 lapak PKL. kawasan yang dibangun oleh bantuan sosro bekerjasama dengan kementrian dan dispenda propinsi jambi ini diduga ada indikasi pungutan siluman oleh pegawai RSUD mattahir jambi berinisial S.

Dimana oknum tersebut membawa kwintansi pembayaran bertulis pembayaran rawat inap, dan stampel logo bank 9 jambi yang ironisnya diragukan pedagang.

"apalagi kawasan ini diluar pagar hak rumah sakit raden mattaher. Setiap bulan kami harus bayar seratus ribu," ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Selain mengelurhkan adanya Pungli, Pedagang PKL dikawsan tersebut juga mengeluhkan sarana air PDAM tidak mengalir.

"Airnya tidak lancar,  setiap hari harus membeli air,"tambahnya.

diceritakan pedagang, bahwa pungutan yang dilakukan oknum S' ini sudah cukup lama, dan setiap bulan harus membayar uang 100 seratus ribu kepetugas rumah sakit raden mattahir jambi ,dengan bukti tagihan kwitansinya loga rawat inap.

Sementara Salah seorang pedagang lainya DS juga mengakui sangat mengeluhkan terhadap pungutan sewa tempat tersebut, menurutnya jika tidak membayar setoran senilai Rp 100 ribu maka petugas datang dan mengancam akan mengusir mereka.

"apabila terlambat bayar petugas berinisial S mengancam akan mengusir dan menyegel lapak jualan kami.,"timpalnya. (Sto)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top