Selasa, 24 September 2019 |
FokusJambi - Daerah

Piagam Sungai Tebal Dipertanyakan

Senin, 13 Juni 2016 | 13:12:38 WIB wib Dibaca: 388 Pengunjung
ilustrasi piagam



FOKUS JAMBI. COM, MERANGIN - Ternyata Pemberian Piagam Sungai Tebal kepada masyarakat pendatang beberapa waktu lalu oleh Pemkab Merangin, masih menuai pertanyaan di tengah warga. Salah satunya disampaikan oleh kalangan warga Kecamatan Jangkat Timur.

Warga menyebutkan, keberadaan masyarakat pendatang ibarat bom waktu ditengah masyarakat, hal ini dikarenakan perambahan hutan yang dilakukan masyarakat pendatang sudah melewati batas.

“Keberadaan mereka (masyarakat pendatang) ini ibarat bom waktu, dan seketika akan meledak, dan kami merasa keberadaan mereka ini sudah sangat meresahkan, karena bisa dilihat aksi perambahan hutan sudah sangat melewati batas,” ungkap masyarakat Jangkat Timur dihadapan Bupati Merangin Al Haris Minggu kemarin (12/6).

Untuk itu, warga mempertanyakan komitmen dari isi Piagam Sungai Tebal yang dicetuskan oleh Bupati Merangin. Karena dalam piagam tersebut, terdapat point yang menurut warga sangat penting, yakni akan mematuhi tata tertib serta tidak melakukan perambahan hutan.

“Jadi kami mau bertanya, piagam ini untuk apa, karena masih ada beberapa point yang dilanggar oleh mereka,” ujar warga.

Menanggapi hal ini Bupati Merangin Al Haris mengatakan kalau keberadaan masyarakat pendatang sudah disampaikan langsung ke Presiden RI beberapa waktu lalu. Saat itu, ia langsung menyerahkan dokumen serta data kepada Presiden serta Menteri Kehutanan.

“Masalah ini sudah saya sampaikan ke Presiden serta Menteri Kehutanan tahun lalu, dihadapan Presiden saya mengatakan kalau masalah yang mendesak di Merangin adalah keberadaan masyarakat pendatang yang telah merambah kawasan hutan TNKS,” ungkap Al Haris.

Disebutkannya, dari laporan tersebut Menteri Kehutanan berjanji akan mendudukkan Pemkab Merangin, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan serta Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk membahas secara bersama keberadaan masyarakat pendatang di Kabupaten Merangin.

“Ini akan didudukkan bersama bersama Pemkab serta Pemprov setempat, agar kita bisa membahas masalah ini secara seksama, dan dalam pembahasan tersebut, nantinya kita juga akan melakukan pendataan, setelah didata kita minta kepada Bupati, Gubernur untuk membawa masyarakatnya kembali pulang,” ujar Al Haris.

Disamping itu, Al Haris juga menyebutkan tujuan dibentuknya piagam Sungai Tebal, dimana piagam tersebut dibuat sebagai dasar untuk melakukan penindakan masyarakat pendatang yang melakukan perambahan.

“Selama ini sulit kita mencari dasar menindak mereka, dengan adanya piagam ini, kita bisa melakukan penindakan, inilah tujuan dibentuknya piagam Sungai Tebal,” katanya.

“Dan saya bersama unsur terkait, akan menyelesaikan permasalahan ini secepatnya, untuk itu kalau ada yang melihat masyarakat melakukan perambahan hutan, ayo langsung lapor kesaya, sama-sama kita menindaknya,” tuntasnya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top