Minggu, 18 Agustus 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis - Peristiwa & Umum - Daerah

Petugas Damkar Mogok Kerja

Kamis, 04 Juni 2015 | 10:10:22 WIB wib Dibaca: 730 Pengunjung

Protes Perubahan Atas Gaji 

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sejatinya harus selalu siaga, namun kondisi berbeda terlihat di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Merangin, Rabu (3/6) kemarin.

Pasalnya, Mess petugas pemadam kebakaran yang terdapat dibagian belakang komplek kantor BPBD kabupaten Merangin tampak kosong  tanpa satupun petugas Damkar yang terlihat berjaga-jaga.

Kondisi ini disebabkan aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para tenaga honorer di UPTD Damkar BPBD kabupaten Merangin. Informasi yang didapat, aksi mogok kerja ini dilakukan karena para tenaga honorer Damkar kecewa dan protes terhadap adanya perubahan jumlah honor mereka yang di bayarkan untuk bulan Mei lalu.

"Tadi pagi banyak yang datang kesini, tapi hanya sebentar kemudian pulang semua," ujar salah seorang staf yang berhasil di temui di kantor BPBD Merangin.

Adanya kekecewaan terhadap perubahan honor yang baru berlaku sejak bulan Mei lalu, seperti dibenarkan salah seorang honorer di Damkar yang meminta namanya tidak disebutkan. Sumber tersebut mengungkapkan, dia dan rekan-rekan tidak hanya memutuskan untuk mogok kerja, bahkan para tenaga honorer ini sepakat untuk tidak mengambil honornya untuk bulan lalu itu.

"Sejak awal honor kita tidak ada masalah, semua sesuai dengan jabatan kita masing masing disini," ungkap sumber tersebut.

Hanya saja ungkapnya, untuk bulan Mei ini tiba tiba ada perubahan jumlah besaran honor yang diterima, jika sebelumnya ia mendapatkan honor sebesar Rp850 ribu perbulan, namun untuk bulan Mei lalu, honor yang diterimanya hanya berkisar Rp500 ribuan saja.

"Semuanya begitu namun berkurangnya itu bervariasi, katanya disesuaikan dengan tingkat pendidikan, jadi tidak lagi berdasarkan jabatan disini, kita semua sepakat untuk tidak mengambil honor itu," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada dasarnya mereka para tenaga honorer ini tidak mempersoalkan berkurangnya jumlah honor tersebut. Hanya saja, mereka mengaku keberatan dan mengajukan protes karena perubahan tersebut tidak dilakukan sejak awal tahun.

"Kalau memang ada aturannya kenapa tidak berlaku dari awal tahun. Ini sejak bulan Januari sampai Maret kami masih menerima honor dengan jumlah yang sama dengan tahun sebelumnya, kenapa sudah ditengah jalan baru berubah, ini kan aneh," sesalnya.

Menanggapi itu, Sekretaris BPBD kabupaten Merangin, Sadili ketika dikonfirmasi membenarkan adanya keberatan para tenaga honorer tersebut, namun dirinya menampik jika para tenaga honorer Damkar ini melakukan mogok kerja.

"Sebenarnya bukan mogok kerja, mereka hanya mengajukan keberatan karena hal itu (perubahan honor_red)," ujar Sadili.

Dijelaskan Sadili, perubahan tersebut karena menyesuaikan dengan aturan yang telah di atur dalam peraturan Bupati (Perbup) yang diantaranya mengatur bahwa jumlah gaji tenaga honorer disesuaikan dengan pendidikan tenaga honorer bersangkutan.

"Memang benar sebelumnya kan untuk honor tersebut di BPBD di sesuaikan dengan jabatan, namun sekarang kan sudah ada Perbupnya yang mengatur itu (honor) disesuaikan dengan pendidikannya," terang Sadili.

"Untuk honor mereka dari bulan Januari hingga April sudah di bagikan, masih sama seperti sebelumnya, yakni sesuai dengan jabatannya masing-masing," tambahnya.

Terkait keberatan yang disampaikan tenaga honorer tersebut, hal itu menurutnya telah disampaikan kepada para tenaga honorer itu.

"Kita sudah sampaikan, dan kita juga sudah mengumpulkan para Kabid, kepala UPTD serta ketua regu untuk membicarakan masalah ini," pungkasnya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top