Senin, 23 September 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis - Daerah

Petani Dilatih Budidaya Buah Naga

Jumat, 14 Agustus 2015 | 09:42:39 WIB wib Dibaca: 1331 Pengunjung

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sesuai dengan misi Pemerintah Kabupaten Sarolangun agar terciptanya swasembada pangan dari hasil perkebunan, belasan petani mengikuti pelatihan Budidaya Buah Naga yang dilaksanakan Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun di Aula Dinas Pertanian Rabu kemarin.

Kabid Holtikultura, Suryadi, SPt, kepada Koran ini kemarin mengatakan, pelatihan bertujuan meningkatkan petani atau calon penangkar dalam berusaha tani yang berorientasi agribisnis. Serta meningkatkan kemampauan teknis dan pengembangan SDM petani.

“Tentu saja ini demi kemakmuran petani itu sendiri, jika kita serius dalam melakukan hal ini pasti akan berdampak baik nantinya, “  ujarnya.

Selain itu, pelatihan tersebut juga mensukseskan program pemanfaatan pekarangan menjadi sumber pendapatan. Peserta pelatihan berasal dari Kecamatan Pelawan, Mandiangin, Sarolangun, Air Hitam dan Singkut. Sedangkan pelatih dan narasumber berasal dari Dinas Pertanian dan petani asal Provinsi Jambi yang telah berhasil membudidayakan buah naga.

“Pengembangan holtikultura masih memiliki beberapa kendala, seperti kita belum punya database potensi holtikultura, ketersediaan anggaran, SDM petani yang lemah dan pemilik modal dan lahan kurang mau berinvenstasi di bidang holtikultura,’’ kata mantan Camat Batang Asai, ini.

Sementara Kadis Pertanian Dulmuin, SP, yang membuka secara langsung pelatihan tersebut mengatakan, Kabupaten Sarolangun memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan buah-buahan terutama buah naga.

‘’Untuk tanaman buah-buahan kita tidak kalah dengan daerah lain, seperti Singkut yang telah mulai mengembangkan,’’ ucapnya.

Kualitas buah asal Sarolangun menurut Dulmuin tak kalah dari daerah lain malah cenderung lebih bagus. Yang menjadi kendala saat ini Sarolangun belum bisa memproduksi bibit buah naga.

‘’Kalau beli terus bibitnya membutuhkan biaya mahal. Kita terkendala sertifikat sehingga ada jaminan mutu bibit yang kita produksi,’’ jelasnya.

‘’Kita manfaatkan waktu sehari ini untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman terutama dari narasumber. Bapak-bapak sebagai perintis buah naga harus dipertahankan jangan sampai anjlok, “pungkas Dulmuin. (Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top