Selasa, 22 Oktober 2019 |
FokusJambi - Daerah

Pertambangan Emas Ilegal di Sungai Arai Sekancing Makan Korban, "Satu Orang Meninggal, Satu Orang Lagi Sekarat" 

Jumat, 20 September 2019 | 18:07:42 WIB wib Dibaca: 813 Pengunjung

FOKUS JAMBI. COM, MERANGIN - M. Haris (39) warga asal Desa Rantau Panjang Siau Kecamatan Maura Siau sekitar empat hari yang lalu di kabarkan tewas tertimbun di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin yang beroperasi di Sungai Arai Sekancing.

Selain itu, tidak hanya Haris salah satu rekan korban juga sekarat karena turut baberengan tertimbun bersama korban.

Informasi dari warga setempat, terjadinya insiden itu ketika keduanya sedang mengambil matereal di dalam tambang sedalam dua meter. Kebetulan waktu itu dua alat yang beroperasi sedang istirahat karena memasuki waktu magrib.

" Ya, emang ada, nama M. Haris dia meninggal tertimbun lonsor saat mengambil matereal untuk di dulang. Rekannya itu selamat tapi sekarat lantaran tertibun sebatas leher. Yang meninggal itu orang Desa Rantau Panjang Siau," ungkap salah satu warga Desa itu ke media ini Rabu (19/9).

Dilajutkan sumber, korban yang tertimbun tersebut baru tau setelah ada beberapa orang dari lokasi melapor ke Desa, pada waktu itu juga warga menuju lokasi kejadian guna mengevakuasi kedua korban.

" Usai Magrib, warga lansung ke tempat kejadian. Korban dapat di evakuasi sekitar jam dua dini hari lansung di bawa kerumah duka," katanya lagi.

Saat di tanya Sumber, alat berat siapa saja yang sedang beroprasi di sana saat itu? Diakuinya, satu alat milik Kepala Desa Sumber Jaya yakni Safri, dan satunya lagi alat orang Bangko bernama Mahmud.

" Pas kejadianya itu kan, alat sedang istirahat, satu alat milik Kepala Desa Sumber Jaya Safri. Yang satu orang Bangko namanya Mahmud," tukasnya.

Terpisah, Kades Desa Sumber Jaya Safri saat diminta keterangan terkait insiden tersebut membenarkan. Namun, Safri membantah jika alat berat tersebut milik dia yang bermain PETI.

" Informasi ado, tapi abang dak jelas, kabarnya orang Rantau Panjang Siau, itu yang abang tau. Kabarnyo orang ini lah damai. Karena Abang gak ada urusan alat abang idak, tanah abang idak," jawab Safri mengamini insiden malang itu, sambil membantah jika ada tudingan bahwa alat dia .

Safri menambahkan, jika alat dirinya yang di lokasi itu dia berani bersumpah, ia sanggup hilang kehilangan pahalanya karena baru pulang menuai kan ibadah haji.

" Bersumpah mau abang, kalau alat berat abang.Demi Allah, biar hilang pahala abang pegi haji semua jika itu alat berat abang," beber Safri.

Sementara itu, Kapolsek Muara Siau IPTU Eco Sitaurus dikonfirmasi via telpon seluler terkait insiden yang merenggut nyawa di lokasi PETI tersebut belum memberi jawaban. Nomor aktif tapi tidak diangkat, dikonfirmasi melalui via Whatssapp pesan tersebut ceklis.(Han/fik)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top