Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal - Internasional

PEREMPUAN ARGENTINA PROTES SETELAH PEMBUNUHAN GADIS 16 TAHUN

Kamis, 20 Oktober 2016 | 16:12:42 WIB wib Dibaca: 347 Pengunjung

 

FOKUSJAMBI.COM, BUENOS AIRES - Puluhan ribu perempuan di seluruh Argentina memprotes kekerasan berlatar jender pada Rabu (Kamis WIB) setelah kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis berusia 16 tahun di sebuah kota tepi pantai pekan lalu.

Kelompok yang dikenal dengan "Tak Kurang Satupun" itu menggelar aksi unjuk rasa, yang juga dilakukan di negara-negara Amerika Latin lain, dan mengungkapkan kemarahan atas kematian Lucia Perez ketika Argentina menghadapi momok kekerasan berkaitan dengan narkoba.

Jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa keamanan menggantikan masalah inflasi sebagai keprihatinan utama bagi warga Argentina, dan kasus Perez telah memantik kemarahan.

Jaksa Maria Isabel Sanchez mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa Perez dicekoki kokain dan mengalami "serangan seksual tidak berperikemanusiaan" yang menyebabkan ia mengalami gagal jantung.

"Mereka membasuh mayatnya dan mendandaninya agar ia terlihat seperti overdosis," katanya.

Dua pria yang diketahui menjual narkoba di luar sebuah sekolah ditahan di Mar del Plata, Minggu dan didakwa melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Satu perempuan tewas setiap 30 jam di Argentina, menurut Majelis Tetap Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok nirlaba Argentina.

"Saya ingin merasa aman ketika berjalan di jalanan, sama seperti pria," kata seorang pengunjuk rasa Victoria Vazquez kepada Reuters. "Saya ingin bisa mengenakan rok saat musim panas tanpa ada seorangpun menggoda saya." Pemerintahan Presiden Mauricio Macri telah mengumumkan gerakan baru melawan pengedar narkoba, mengirimkan pasukan federal untuk menegakkan zona-zona panas seperti kota pelabuhan Rosario dan provinsi Buenos Aires, lokasi Mar del Plata.

Pada Jumat polisi menemukan sebuah catatan ancaman yang ditujukan kepada Maria Eugenia Vidal, gubernur Buenos Aires yang ternama dan juga sekutu Macri, di sebuah gedung pengadilan yang terbakar.

Gerakan Not One Less yang mendorong pencegahan kejahatan dan keadilan bagi para korban serangan seksual, memimpin aksi jeda kerja dan belajar selama sejam pada siang hari. Para pengunjuk rasa mengenakan baju hitam sebagai tanda duka cita dan kemudian dikenal dengan sebutan Rabu Hitam.

Ribuan perempuan menerobos hujan pada Rabu siang di Buenos Aires untuk berpawai menuju tempat bersejarah Plaza de Mayo sebagai tanda mendukung Perez dan menuntut diakhirinya segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. (Ant)

 

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top