Senin, 20 Mei 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

PERAS TOKE PUPUK RP100 JUTA, OKNUM WARTAWAN DI RINGKUS POLISI

Kamis, 08 Desember 2016 | 22:13:57 WIB wib Dibaca: 613 Pengunjung
AL oknum wartawan pelaku pemerasan yang diamankan anggota polsek jambi selatan kota jambi


 

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Pihak kepolisian sektor jambi selatan kota jambi menangkap tangan pelaku pemerasan terhadap PT. Sassumi Jaya Sakti. Pelaku di ketahui Oknum wartawan salah satu media massa harian di kota jambi berinisal AL (42).

Kapolsek jambi selatan kota Jambi Kompol Eko Heriyanto, kamis siang (08/12) mengungkapkan, dalam aksinya oknum wartawan itu berhasil di tangkap setelah adanya laporan korban merupakan kepala cabang PT Sassumi Jaya Sakti yang berada di talang bakung, dengan terlapor bernama Edo.

Dalam laporannya Sambung Kapolsek, pelaku hendak memeras korban sebesar Rp100 juta rupiah, dengan dalih jika distribusi pupuk di perusahaan milik korban yang berada di bangko itu adalah illegal.

"Pihak perusaahan melapor jadi kita tindaklanjuti modusnya memeras dan mengatakan pupuk di perusahaan korban adalah illegal dan dia (red-pelaku) meminta uang sebesar Rp100 juta dengan maksud agar tidak memeberitakan kasusnya," jelas kapolsek .

Diakui Eko Lagi, dari nominal Rp100 juta yang diminta pelaku itu, karena tidak di sanggupi korban, maka pelaku kembali menurunkan permintaanya jadi Rp50 juta, kemudian turun lagi Rp45 juta, karena korban merasa gerah hingga kasus ini dilaporkan dan langsung di tangkap tangan.

‘pupuk ini resmi karena dia menakui-nakuti terus maka dilaporkan dan ujung-ujungnya pelaku meminta dua juta rupiah dan kita tangkap tangan saat dia menerima uang,”tegas kapolsek kepada wartawan dan mengakui jika pelaku ini merupakan oknum wartawan dari surat kabar mingguan.  

Sebagai tindak lanjut kata kapolsek kini tersangka pemerasan tersebut telah diamankan di mapolsek di jambi selatan guna pengusutan dan proses lebih lanjut. Atas tindakanya itu tersangka juga diancam dengan pasal 369 KUHpidana, tentang pemerasan dan penistaan, dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara.

Sementara korban, yakni pihak perusahaan mengakui jika pupuk di perusahaannya adalah resmi dan semua sudah sesuai dengan prosedur. Menurut edo, Kasus pemerasan yang dialaminya ini tidak sekali terjadi.

“ini kasus yang kedua kalinya. Dan merupakan orang yang sama, awalnya mereka dating rame-rame,”ungkapnya ketika di wawancarai awak media di polsek jambi selatan. (Uti)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top