Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

PENUMPANG TRANSPORTASI DARAT DI JAMBI MELONJAK

Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:19:10 WIB wib Dibaca: 1004 Pengunjung
Dok : Google

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Penumpang dengan menggunakan jasa transportasi darat dari Kota Jambi ke berbagai daerah tujuan dalam dan luar Provinsi Jambi melonjak naik karena penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi lumpuh total akibat kabut asap.

"Penerbangan lumpuh sehingga arus penumpang, khusus rute Jambi-Palembang dan juga sebaliknya mengalami lonjakan sekitar 20 persen," kata Supervisor angkutan Ratu Intan, Susi di Jambi, Rabu.

Dia mengatakan, akibat dari lonjakan penumpang itu, pihaknya harus menambah lima unit armada sehingga dalam satu hari bisa memberangkatkan sebanyak 25 unit armada.

"Jika dibandingkan sebelum ada kabut asap, kita hanya memberangkat tidak kurang dari 20 unit mobil, saat ini bisa sampai 25 unit dan itu penuh terus," katanya.

Penumpang yang menggunakan jasa transportasi tersebut, menurutnya rata-rata mereka turun di Palembang yang kemudian langsung melanjutkan dengan menggunakan transportasi udara di Bandara Sultan Mahmud Badruddin II Palembang.

"Walau ada lonjakan penumpang, tapi harga tiket tujuan Palembang tidak ada kenaikan masih Rp155.000," katanya.

Selain itu, lonjakan penumpang akibat dampak kabut asap ini juga dirasakan angkutan tujuan pulau jawa seperti Jakarta-Bandung.

Seperti yang dirasakan agen bus Laju Prima yang mengalami peningkatan sekitar 50 persen. Setiap harinya Laju Prima hanya memberangkatkan satu unit bus terkadang tidak penuh, tapi kini menjadi dua unit bus dan penuh untuk melayani penumpang yang beralih menggunakan jalur darat.

"Selama kabut asap ini, setiap berangkat bangku penumpang selalu penuh," kata Kepala Agen Laju Prima, Salim di Jambi.

Sementara itu, salah satu penumpang bus Ratu Intan, Gusti Rahayu mengaku bahwa dirinya terpaksa harus beralih menggunakan transportasi darat untuk mencapai tujuannya dan kemudian melanjutkan perjalanannya menggunakan pesawat dari Palembang.

"Biasanya pakai pesawat dari Jambi, tapi karena kabut asap ini jadinya terpaksa harus naik dari Palembang," kata Gusti.(Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top