Senin, 22 April 2019 |
Wisata & Kuliner - Kesehatan & Gaya Hidup

PENJAJA KULINER TRADISIONAL DIMINTA JAGA KEBERSIHAN PRODUK

Senin, 24 Agustus 2015 | 14:43:06 WIB wib Dibaca: 1081 Pengunjung

Laporan Wartawan Jambi Fokus

FOKUSJAMBI.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta para penjaja kuliner tradisional untuk memperhatikan kandungan gizi, kebersihan dan mutu produknya agar lebih diminati dan bermanfaat bagi kesehatan konsumen.

"Ini makanan kan masuk ke perut, jadi perhatikan kebersihannya dan kandungan gizinya. Dengan demikian orang banyak akan membeli," katanya saat membuka Festival Banua Oge di Banua Oge, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Minggu.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah bekerja sama Dewan Adat Patanggota, Kota Palu, menggelar Festival Banua Oge untuk melestarikan adat istiadat dan kuliner tradisional di ibu kota Sulteng itu.
 Menurut Longki, Sulawesi Tengah kaya dengan beragam kuliner tradisional yang tentu saja lezat, sehat dan bergizi, mulai dari makanan besar sampai kue-kue tradisional, antara lain kaledo, uta dada, uta kelo, palumara, hingga surabe.

"Itu juga adalah warisan tradisi dan adat istiadat kita yang harus dilestarikan. Jangan sampai anak cucu kita, sepeninggal kita, tidak kenal lagi dengan penganan-penganan itu. Apalagi kerap kali penganan tradisional itu disajikan dalam ritual-ritual adat tertentu," ujarnya.

Jajanan tradisional itu, kata Longki, juga menjadi salah satu daya tarik buat wisatawan yang datang berkunjung ke Palu atau daerah lainnya di Sulteng.   Longki yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng Zalzulmida Aladin Djanggola sempat menyicipi jajanan tradisional surabe, sejenis kue yang dibuat dari adonan beras dan santan kental yang dipanggang di atas tembikar.

"Kalau di Bandung, ada serabi Bandung dan disajikan variatif. Di atasnya ada taburan coklat, ada juga keju dan sebagainya. Coba ini surabe Palu juga dibuat variatif begitu. Jadi makin kaya rasa," kata Longki yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng itu.

Sebelumnya, Longki bersama Ketua DPRD Kota Palu Arena Jaya Parampasi meletakan batu pertama dimulainya pembangunan Balai Adat Patanggota Palu di halaman depan Banua Oge atau Sou Raja (rumah raja) di Kelurahan Lere.

Sou Raja adalah Istana Raja Palu dan tempat tinggal para keluarga raja yang dibangun saat pemerintahan Raja Palu ke-8, Yodjokodi pada abad ke-19, lalu berturut-turut digunakan sebagai pusat pemerintahan oleh Raja Parampasi, Raja Djanggola hingga Pua Tjatjo Idjazah.(Ant)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top