Jumat, 22 Maret 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

Pengusaha Mengeluh, Walikota Jambi SY Fasha Genjot Pajak

Selasa, 05 Mei 2015 | 19:59:11 WIB wib Dibaca: 856 Pengunjung
ilustrasi Dok : FokusJambi

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Sejak kepemimpinan walikota.jambi SY Fasha, pantauan fokus jambi terlihat sejumlah pengusaha mengeluhkan rumah makan, property, dan UKM, pedagang kaki lima, reklame makin mengeluhkan semakin gencarnya terhadap pungutan-pungutan pajak.

Dinas pendapatan daerah kota jambi, membuat kebijakan terhadap pungutan pajak ingin mengejar target pendapatan daerah. Karena pajak telah ditetapkan seperti dari pajak BPHTB Rp.40 miliaran pertahun, pajak dari PBB ditargetkan harus mencapai Rp.50 miliaran. Ironisnya, makin terpuruknya atas kepemimpinan Walikota Jambi SY Fasha makin mundurnya terhadap sejumlah pengusaha lokal dan luar telah mengeluhkan terhadap pajak yang dipungut dan sebagian tidak ada landasan hukum dan melanggar perda.

Dan seharusnya, sebagian pajak terhadap perda perlu direvisi ulang terhadap pungutan pajak BPHTB yang mengeluhkan disektor property perumahan bakal gulung tikar, seharusnya Walikota Jambi SY Fasha harus mengkaji terhadap pajak-pajak yang memberatkan masyarakat makin lemahnya bisnis sektor pembangunan dijambi akan makin terpuruk sejak kepemimpinan Walikota Jambi SY Fasha.

Beberapa pengusaha AGong dia mengungkapkan saat dikonfirmasi mengutarakan sekarang ini sangat sulit. Dia menyebutkan pajak yang dipungut oleh pemda kota makin diberatkan terhadap pengusaha dan dia juga mengatakan kita sekarang usaha makin sulit dan mau jual rumah juga saat sulit dan yang mau beli nggak ada juga, akibat lonjakan pungutan pajak menggila-gila dan perkembangan kota jambi makin amburadul.

Tata ruang dan kebijakan Walikota Jambi SY Fasha yang bisa hanya beli tanah bangun gedung yang kurang dimanfaatnya, seperti gedung olah raga. Akibatnya pemborosan anggaran, kalau dikaji diera kepemimpinan Walikota Jambi SY Fasha yang sudah 1 tahun lebih belum ada tanda-tanda kemajuan, malah pengusaha property daya beli makin turun, akibat pungutan pajak yang memberatkan dikalangan pengusaha mengeluhkan, pungkas nya. (sto)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top