Senin, 19 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

PEMUTIHAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR JAMBI DIMULAI KAMI

Rabu, 17 Januari 2018 | 11:58:58 WIB wib Dibaca: 664 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, Jambi - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M Dianto memastikan layanan pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) di daerah itu dimulai pada Kamis (18/1).

"Semua sudah siap, aplikasi dan data juga sudah diselesaikan oleh tim di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Mereka sampai lembur. Saya dapat laporan dari Kepala Bakeuda bahwa pemutihan bisa dilaksanakan Kamis besok," katanya di Jambi, Rabu.

Untuk program pemutihan PKB hari pertama, kata Dianto akan dihadiri Gubernur Jambi di UPTD Samsat Kota JambI.

Dia mengatakan, jadwal pemutihan ini memang sempat tertunda lantaran berbagai kendala. Mulai dari aplikasi di Samsat yang harus dirubah, hingga data kendaraan yang harus diambil dari Kementerian Dalam Negeri.

"Setiap tahun itu Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kendaraan itu kan berkurang. Jadi kita harus ambil datanya dari Kemendagri untuk menyesuaikan dengan data yang kita punya. Karena semakin tua kendaraan, ada penyusutan nilainya. Tidak bisa kita menarik pajak kendaraan itu di 2018 namun dengan nilai pajak tahun 2017," katanya menjelaskan.

Sekda mengatakan, meskipun sempat tertunda selama dua minggu, pelaksanaan pemutihan ini akan tetap berjalan selama enam bulan ke depan. Ini juga untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak kendaraan bermotor yang diperkirakan sebesar Rp90 miliar.

"Kalau dari laporan ada 1,3 juta lebih kendaraan yang tak melapor dan tak membayar pajak. Apakah kendaraan itu masih ada atau tidak, itu yang kita telusuri dengan program pemutihan ini. Tim nanti juga akan menelusuri kendaraan yang tidak mengikuti program pemutihan ini, apakah sudah rusak atau hilang. Kalau memang begitu kita hapus dari data base kendaraan," katanya lagi.

Sementara itu Kepala Bakeuda Provinsi Jambi, Agus Pirngadi mengatakan penundaan pelaksanaan pemutihan ini sebelumnya memang terkendala aplikasi dan data.

Namun saat ini pihaknya sudah merubah aplikasi dan dilakukan uji coba sebelum digunakan untuk melaksanakan program pemutihan tersebut.

"Kemudian kami share aplikasi tersebut ke UPTD samsat yang ada di kabupaten/kota baru nanti layanan pemutihan dilakukan serentak," kata Agus.

Terkait dengan teknis pelaksanaan, Agus mengatakan masih sama seperti perencanaan semula. Rencananya, pelayanan pemutihan itu meliputi pembebasan pokok PKB berlaku untuk PKB yang menunggak dua tahun ke atas, sehingga hanya dipungut pokok tunggakan pajak satu tahun terakhir dan satu tahun berjalan sesuai jatuh tempo pajaknya.

Kemudian layanan lainnya yakni pembebasan sanksi administratif PKB dan Bea Balik Nama (BBN-KB) berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor yang sudah lewat jatuh tempo.

Selanjutnya pembebasan BBN-KB II diperuntukan bagi seluruh wajib pajak terhadap semua jenis kendaraan bermotor. Kecuali alat berat tidak masuk objek pemutihan.(*)

 

Sumber : Antara

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top