Selasa, 24 September 2019 |
Hukum & Kriminal - Daerah

Pembobol Rumah Warga Jangkat Ditangkap

Rabu, 30 September 2015 | 10:21:56 WIB wib Dibaca: 2572 Pengunjung
Pelaku Pembobol Rumah Saat Diseret Warga dan Dihakimi

p- Pelaku Nyaris Tewas  Dihajar Warga

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Maraknya aksi pembobolan rumah di kawasan Kecamatan Jangkat membuat warga kian merasa resah. Seperti hal nya, Sabtu (26/9), lusa yang lalu, di Simpang Danau Pauh Kecamatan Jangkat, dan  Selasa (29/9) dini hari kemarin sekitar pukul 03.00 WIB aksi serupa kembali terjadi.

Kawanan pencuri yang disinyalir berjumlah sekitar 4 orang kerap kali melakukan aksinya. Bahkan aksi mereka malam kemarin, sudah membuka satu toko dan mencuri kotak amal dan tape masjid di simpang Danau Pauh.

Tidak puas menjarah toko dan masjid, pelaku  dan yang terkenal sadis berniat menyatroni rumah warga lainnya. Namun naas bagi pelaku saat hendak mencuri di lokasi ketiganya, aksi kawanan tersebut diketahui warga sekitar.

"Hingga kini pelaku sudah menjarah toko di simpang Danau Pauh, Namun kami tidak tau apa  yang mereka ambil. Tapi isi toko sudah berantakan semua. Selain itu kotak amal yang ada di toko itu juga hilang," tegas warga Simpang Danau Pauh minta namanya tidak ditulis.

"Informasinya, tape masjid juga hilang dibawanya. Saat mau membuka rumah yang ketiga, baru diketahui warga. Namun mereka berhasil lolos menggunakan sepeda motor," sambungnya.

Menurutnya, usai melakukan aksinya warga melihat kawanan tersebut melarikan diri ke arah Renah Alai atau ke arah jalan lintas menuju Kota Bangko dengan mengunakan empat unit motor.

"Sekitar empat orang yang dilihat warga,  Mereka kabur menuju jalan lintas ke arah Desa Renah Alai," katanya.

Kemudian, lanjutnya, warga Danau Pauh menghubungi masyarakat Renah Alai lalu dilakukanlah penghadangan. Namun dalam penghadangan tersebut, satu orang berhasil ditangkap tiga lainnya kabur ke arah kebun.

Hingga saat ini, warga simpang Danau Pauh dan Renah Alai terus melakukan pengejaran pelaku. Penangkapan pelaku pencurian ini tidak mudah, karena pelaku melawan dengan mengunakan sebilah parang. Namun itu, tidak membuat warga ketakutan, hingga beberapa saat warga berhasil melumpuhkan pelaku.

"Warga sempat bertarung dengan pelaku, dia  menggunakan parang. Tapi pelaku berhasil dilumpuhkan warga," tuturnya.

Usai ditangkap, warga yang merasa kesal dengan ulah pelaku dengan kawanannya yang melakukan pencurian selama ini, warga langsung emosi  dan menghakimi pelaku, beramai-ramai.

"Warga sudah resah, Jangkat tidak lagi aman. Makanya warga jadi emosi. Hampir tidak mati di tangan warga. Selain itu, warga juga membakar tiga motor milik pelaku. Kini masih terus dilakukan pengejaran oleh warga Renah Alai dan simpang Danau Pauh," timpalnya.

Pelaku yang berhasil ditangkap warga, sudah diserahkan ke Camat Jangkat, ini lantaran tidak satu pun anggota Polsek Jangkat yang tiba di lokasi kejadian.

"Tadi diserahkan ke Camat. Tidak satu pun anggota Polsek Jangkat yang ke sini sejak malam tadi," ungkapnya.

Hal ini juga diungkapkan, salah seorang perawat  Puskemas Jangkat, jika ada pelaku pencurian yang ditangkap warga dibawa ke Puskesmas Jangkat.

"Bang ada pencuri dibawa ke Puskemas ini. Katanya ditangkap warga Renah Alai. Tadi dibawa camat kesini," ucapnya.

Setibanya di Puskemas Jangkat, tepatnya di Desa Muara Madras, pelaku pencurian tidak bisa aman begitu saja. Pasalnya, ratusan warga Muara Madras mengepung puskemas tempat pelaku pencurian mendapatkan perawatan.

"Ratusan warga penuh di sekeliling puskesmas. Warga sini semuanya kesal, karena sering pencurian di wilayah Jangkat selama ini," ungkapnya.

Baru sekitar pukul 12.30 WIB pelaku berhasil dievakuasi puluhan polisi dan dipimpin langsung Wakapolres Merangin, Kompol Ferri Ferdian.

"Sudah dibawa polisi  pelakunya barusan," ujarnya.

Menurut informasi pelaku pencurian yang berhasil ditangkap bernama Fauzan alias Joni alias Tomi. Menurut pengakuannya ada 66 orang anggota komplotan yang menyebar di Jangkat, Sungai Tenang, Lembah Masuri dan sekitarnya.

"Modusnya mencari lahan pertanian. Itu pengakuan pelaku saat ditanya warga," ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga, disebutnya pihaknya sudah mengerahkan anggota sebanyak 35 orang dari Polres Merangin.

"Ya, ada info penangkapan pelaku pencurian di Jangkat. Tadi anggota sudah turun, 35 anggota dipimpin Waka," kata Kapolres.

Dilanjutkannya, sebelum anggota dari Polres Merangin, pihaknya sudah meminta anggota Polsek Masurai dan Muara Siau untuk turun ke Jangkat.

"Polsek Masurai dan Muara Siau kita minta turun memback-up Polsek Jangkat. Karena anggota Polsek Jangkat juga kurang," ujarnya.

Munggaran mengatakan, Jangkat dan sekitarnya merupakan daerah yang dikatagorikan tidak aman. Kedepan pihaknya akan menambah personil dan meningkatkan pengamanan.

"Jangkat daerah yang rawan. Kita perbanyak lagi anggota, tambah dengan fungsi yang ada. Kita optimalkan lagi personil," ucapnya.

Untuk pengembangan kasus pencurian yang marak terjadi di Jangkat dan sekitarnya. Dikatakan Munggaran, pihaknya akan melakukan pengembangan dengan pelaku yang berhasil ditangkap warga.

"Akan kita kembangkan keterangan dari pelaku yang ditangkap warga. Dan kita akan kejar pelaku yang berhasil kabur," pungkasnya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top