Senin, 19 Agustus 2019 |
Hukum & Kriminal - Daerah

Pembobol Rumah Warga Akhirnya Tewas

Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:02:39 WIB wib Dibaca: 1454 Pengunjung

-p Akibat Dihakimi Warga yang Tersulut Emosi

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Meski sempat dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD), Klonel Abunjani Bangko, spesialis pembobol rumah warga di Kecamatan Jangkat beberapa lusa yang lalu Fauzan alias Joni alias Tomi, akhirnya wafat.

Informasi yang dihimpun, warga Bengkulu yang diketahui tinggal di Sungai Tebal tersebut Kecamatan Lembah Masurai ini menghembus napas terakhirnya,  sekitar pukul 5.00 WIB Rabu (30/9) kemarin, di RSUD Bangko.

Meninggalnya salah satu dari kompolotan pencurian yang sangat meresahkan warga Kecamatan Jangkat dan sekitarnya ini, dibenarkan Kasubag Humas Polres Merangin, AKP. J Sianturi, kepada sejumlah wartawan.

“Ya pelaku pencurian di Danau Pauh, sudah meninggal di RSUD Bangko, sekitar pukul 5.00 WIB pagi tadi (kemarin, red),” ungkap Sianturi.

Menurutnya, pelaku meninggal disebabkan banyak mendapatkan pukulan di tubuhnya, baik benda tumpul maupun benda tajam.

“Diperkirakan karena banyak kena pukulan benda tumpul dan benda tajam di tubuhnya, sehingga keadaanya parah dan meninggal,” jelasnya.

Terkait mayat pelaku, ditambahkan Sinaturi, pihak Polres sudah memberikan informasi ke alamat tempat tinggalnya di Sungai Tebal, Lembah Masurai.

“Kita sudah beri tahu ke alamatnya di Sungai Tebal, sampai saat ini belum ada keluarga yang mengakui. Kita akan tunggu sampai ada keluarganya datang,” terangnya.

Disinggung terkait, tiga komplotan lainnya yang berhasil menyelamatkan diri saat di stop oleh warga, dia menyebutkan berdasarkan informasi dari pelaku yang meninggal, identitas ketiganya sudah diketahui dan pihak Polres sedang melakukan pencarian.

“Identitas ketiganya sudah kita ketahui, dan sedang kita lacak keberadaanya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, komplotan pelaku pencurian dan perampokan yang kerap meresahkan masyarakat Kecamatan Jangkat belakangan, Selasa (29/9) akhirnya ditangkap warga.

Satu orang pelaku babak belur dihajar warga dan nyaris saja dibakar oleh massa, namun sekitar tiga pelaku lainnya bisa melarikan diri ke hutan saat dicegat oleh warga.

Informasi yang dihimpun, komplotan pencuri ini, awalnya membuka toko salah seorang warga, pada Sabtu (26/9) malam di Simpang Danau Pauh Kecamatan Jangkat.

Kemudian Minggu (27/9) malam lanjut malakukan aksi yang sama di desa tersebut. Merasa aksinya mulus mulus saja, mereka melakukan pencurian pada Selasa (29/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun sial saat mencongkel pintu rumah warga, korban terbangun dan langsung mencabut parang dan mengejar pelaku. Melihat perlawanan dari korban, kawanan pelaku ini langsung melarikan diri dengan menggunakan 3 buah sepeda motor ke arah Bangko.

Korban langsung meneriaki maling, namun pelaku keburu menghilang. Warga setempat tidak hilang akal langsung menghubungi warga Desa Renah Alai, dan dilakukanlah penghadangan.

Benar saja, komplotan pencuri tersebut berhasil dicegat, namun hanya satu orang yang berhasil ditangkap warga, sementara tiga lainnya kabur ke arah kebun warga.

Penangkapan pelaku pencurian tidak mudah, karena pelaku melawan dengan menggunakan sebilah parang. Namun tidak membuat warga takut, beberapa warga berhasil melumpuhkan dan membakar tiga unit sepeda motor milik pelaku. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top