Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis - Daerah

Pajak Sarang Burung Walet Tak Sampai Target

Selasa, 16 Februari 2016 | 10:00:25 WIB wib Dibaca: 2773 Pengunjung
Ilustrasi google.com

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN – Pembangunan Rumah Toko (Ruko) yang ada di Sarolangun memang sudah pesat bahkan semua memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Namun dibalik itu semua banyak persoalan yang harus dipecahkan, sebab bangunan gedung yang dibangunkan tidak sesuai dengan ijin, bahkan penggunaannya tidak sesuai. Kenapa demikian, bangunan izin yang diajukan digunakan untuk sarang burung walet, Tentu saja pihak pemerintah daerah mulai mengambil inisiatif untuk melakukan pungutan pajak terhadap pengusaha tersebut, meskipun target pajak pertahunnya itu kecil, meskipun pajaknya tersebut kecil tapi tetap saja tidak sesuai dengan target.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Sarolangun Iskandar kemarin mengatakan dari tahun 2015 lalu sampai dengan tahun 2016 target untuk pemungutan pajak sarang walet tetap saja tidak mencapai target.

“Kalau untuk pajak Sarang Burung Walet yang ada ini tak sampai target, di November 2015 lalu juga belum mencapai target. Kalau target kita pada Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Muri 7,5 juta diperubahan 5 juta namun yang terealisasi hanya 3,8 juta tentu saja hal ini tidak mencapai target,“ ungkap Iskandar

Lebih lanjut Iskandar mengatakan bahwa pajak yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menarget pungutan untuk PAD Sarolangun lima juta rupiah pertahun.

“Pemungutan pajak terhadap sarang burung walet itu sebesar lima juta pertahun, dan untuk tahun 2016 ini tetap sama dengan tahun yang lalu,“ ujarnya.

Dari sekian banyak sarang burung walet yang ada di dalam kawasan Kabupaten Sarolangun kata Iskandar, hanya satu yang betul-betul mengantongi surat izin.

“Iya cuma satu bangunan yang dikenakan pajak, sebab satu ini memang mengantongi izin, kalau yang lain itu belum kita tindak lanjuti izinnya, jika semua sudah mengantongi izin berkemungkinan target kita akan tercapai,“ ujarnya.

Kendati demikian, dirinya menghimbau kepada pemilik bangunan sarang burung walet agar dapat membayar pajak dan mengantongi izin yang sesuai dengan Perdanya.

“Kita menghimbau pemilik agar memenuhi kewajiban mereka untuk membayar pajak, dan melaporkan berapa jumlah sarang burung walet semua. Jika hal ini tidak ada laporan ke kita tentu saja ini menjadi kendala kita untuk memungut pajak, dan jika sudah mengantongi izin tentu ada rekomendasi dari dinas terkait, seperti Tata Kota, BLHD, dan Dinkes. Jadi nantinya dinas terkait akan koordinasi sama kita, jika hal itu ada, kita tentu akan memungut pajaknya.” pungkasnya. (Ajk)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top