Minggu, 18 Agustus 2019 |
FokusJambi - Sosial & Budaya

Ormas: Tidak Semua Situs Islami Radikal

Selasa, 31 Maret 2015 | 15:38:48 WIB wib Dibaca: 519 Pengunjung
(dok: google)

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA - Penutupan situs-situs Islami oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika merupakan langkah yang kurang cermat karena tidak semua situs itu mengajarkan radikalisme, kata Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mustofa B Nahrawardaya.

"Media-media yang namanya tercantum dalam surat Kominfo dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak semuanya berisi tentang radikalisme," kata Mustofa di Jakarta, Selasa.

Menurut Mustofa, terdapat bebeapa situs yang banyak berisi ilmu Islam sebagai rahmat untuk alam semesta, bukan tentang kekerasan ataupun mendukung Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS).

"Dan manfaatnya lebih banyak ketimbang madharatnya. Maka dari itu, menutup situs-situs Islam yang 'rahmatan lil alamin' dengan alasan radikalisme jelas tidak bisa dibenarkan," kata Mustofa.

Penutupan situs itu, kata dia, cenderung bermakna memberangus sumber-sumber berita dan sumber kajian Islam, daripada mencegah radikalisme dan terorisme.

Padahal terdapat situs-situs antiradikalisme yang justru diblokir oleh Kominfo. Dia mencontohkan laman hidayatullah.com, muslimdaily.net dan dakwatuna.com merupakan situs yang anti-ISIS.

"Selain penetapan daftar nama situs yang tidak cermat dan hampir semua situs bernafaskan Islam diberangus, alasan penutupan juga tidak mempertimbangkan aspek edukasi," katanya.

Jika pembredelan situs tetap dilakukan pemerintah, lanjut Mustofa, maka negara sama saja menutup akses informasi. Padahal sejak reformasi digulirkan, pemerintah telah berupaya turut serta dalam menyuburkan keterbukaan informasi.

"Pendidikan kebebasan mengemukakan pendapat, yang telah didengungkan sejak reformasi, begitu saja dilumat hanya dengan hitungan menit dengan cara menutup belasan portal bernafaskan Islam tersebut," katanya.

Dia meminta pemerintah agar tidak tergesa untuk menutup sebuah situs. Seyogyanya pemerintah harus lebih aktif dalam mengelola informasi. Negara harus menyelenggarakan pembinaan, bukan memberangusnya. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top