Senin, 19 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

OKNUM PNS KELURAHAN BATANGHARI TERJARING RAZIA DI HOTEL

Minggu, 27 November 2016 | 15:52:17 WIB wib Dibaca: 651 Pengunjung

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Tim gabungan dari Dinas Sosial Ketenaga Kerjaan (Dinsosnaker) Kota Jambi beserta tim gabungan Satpol PP, TNI/Polri, sabtu malam (27/11) kembali menggelar razia prostitusi ditempat eks lokalisasi payo sigadung dan langit biru.

Selain meraziai tempat eks lokalisasi prostitusi itu, petugas gabungan juga merazia sejumlah hotel-hotel kelas melati yang dianggap banyak melakukan aktivitas prostitusi.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan sebanyak 21 pasangan dan dua wanita yang diduga merupakan pekerjaan seks komersial (PSK).

Dari pendataan kata Kepala Dinas Dinsosnaker Kota Jambi, Kaspul, mengaku petugas menjaring sepasang di tempat eks lokalisasi payo sigadung lalu tiga wanita dan 1 pria di eks lokalisasi langit biru.

"Selebihnya mereka kita amankan disejumlah hotel-hotel kelas melati di Kota Jambi," jelasnya.

Dari puluhan pasangan yang diamankan sambung kaspul, petugas akan mendata terlebih dahulu dikarenakan sebagian yang diamankan ada merupakan anak dibawah umur untuk nantinya dipanggil terlebih dahulu kedua orang tuanya.

" jika ada pasangan yang melakukan pelanggaran yang saat diamankan sedang berbuat tindakan asusila maka nantinya akan kita proses hukum lebih lanjut," terangnya

Informasi di lapangan, siketahui jika dari puluhan pasangan yang diamankan ini diantaranya ikut terjaring salah satu wanita berinisial H yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kelurahan, Kabupaten Batanghari.
H Diamankan petugas dikamar hotel bersama pasangannya.

Terkait ada diamankanya oknum Pns mesum ini, Kaspul mengatakan belum dapat mengetahui akan hal itu.

"Nah kalau untuk itu saya belum dapat memastikan, karena saya belum melihat data-datanya, apalagi petugas masih melakukan pendataan terhadap mereka yang terjaring razia," ujarnya.

Pemerintah kota (Pemkot) Jambi telah resmi menutup dua tempat prostitusi terbesar di kota Jambi sejak dua tahun silam, namun aktivitas di tempat tersebut masih saja dianggap sering beroperasi ilegal tanpa sepengetahuan pihak pemerintah.

Padahal, pasca ditutupnya dua lokalisasi prostitusi terbesar di Kota Jambi itu, acap kali petugas gabungan meraziahi tempat tersebut. (Uti)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top