Selasa, 24 September 2019 |
Hukum & Kriminal - Daerah

Ngaku Anggota Polisi, Tiga Pemuda Mandiangin Dibekuk

Rabu, 02 September 2015 | 11:28:26 WIB wib Dibaca: 1818 Pengunjung

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN - Berniat untuk mendapat keuntungan dari korbannya Khairul Amri Siregar bin Rustam (27) warga Desa Pembangunan, Parulian Pasaribu Bin Binsar Pasaribu (24) warga Desa Kute Jaye, dan Ahmad Bin Senimin (25) Warga desa HTI Kecamatan Mandiangin harus berurusan dengan pihak kepolisian sektor Mandiangin. Pasalnya, ketiga pemuda ini telah melakukan pemerasan terhadap warga.

Adapun modus operandi para pelaku dengan menyebutkan nama polisi, namun aksi mereka berhasil dihentikan oleh aparat kepolisian, lalu ketiganya diamankan.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada hari Jumat tanggal (28/08) lalu, sekitar pukul 23.30 WIB unit reskrim Polsek Mandiangin mendapat info dari masyarakat bahwa ada yang melakukan tindak pindana pemerasan dan mengancam dengan menggunakan senpi di warung warga di Desa Guruh Baru Mandiangin. Bukan hanya di warung warga saja, namun di rumah warga juga dilakukan.

Selain melakukan pemerasan ke rumah warga, pelaku menggunakan modus dengan membawa satu pelaku yang berpura-pura mengaku sebagai anggota polisi untuk mengambil sepeda motor suzuki FU salah satu warga desa guruh baru, karna diduga motor bodong dan diminta motor tersebut diserahkan. Apabila tidak diserahkan, pelaku akan menembak menggunakan senpi dan akan dibawa ke kantor polisi. Karena motor tersebut tidak ada di rumah korban, para pelaku mengatakan akan kembali lagi dan menunggu sampai pagi untuk mengambil motor suzuki FU milik korban.

Mendapat info tersebut, anggota reskrim Polsek mMandiangin langsung  datang ke rumah korban dan meminta korban menelpon pelaku bahwa motor suzuki FU tersebut sudah ada di rumah. Pada saat pelaku datang, sekitar pukul 02.30 WIB, kemudian hendak dilakukan penangkapan, pelaku berusaha kabur. Polisi melakukan tembakan peringatan dan pelaku langsung ditangkap oleh anggota reskrim yang sudah menunggu di sekitar rumah korban,

Kapolres Sarolangun AKBP Budiman Bostang Panjaitan Sik melalui Kapolsek Mandiangin AKP Vicky Tri Haryanto membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek mengatakan, saat sekarang pihaknya telah berhasil mengamankan tiga pelaku yang ditetapkan menjadi tersangka.

“Iya benar, pelakunya sudah kita amankan, penangkapan tersebut berdasarkan dari laporan LP/B- 18/VIII/2015 tanggal 29 Agustus 2015, yang melaporkan kejadian tersebut ibu rumah tangga yang bernama Qomariah (53) RT 04 Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangi, dan ibu inilah yang menjadi korban,“ ungkap Polsek.

Selain dari itu, Polsek juga menyebutkan, salah satu diantara pelaku ada yang membawa senpi yang digunakan untuk menakuti korbannya.

“Salah satu pelaku yang membawa senpi yang digunakan oleh pelaku untuk mengancam korban berhasil melarikan diri ke arah hutan, dan anggota reskrim dibantu masyarakat berusaha mencari hingga pagi hari. Dari keterangan pelaku bahwa mereka melakukan pemerasan berjumlah empat orang, dan saat sekarang kita masih melakukan pencarian,“ bebernya.

Untuk memepertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukan, lanjut Kapolsek, tersangka dikenakan dengan pasal 368 KUHP.

“Sesuai dengan Pasal yang dilanggar, tersangka ini dikenakan minimalnya lima tahun, dan maksimalnya tujuh tahun kurungan,“ tandasnya. (Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top