Kamis, 23 Mei 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis - Daerah

Nelayan Tradisional Harapkan Perhatian Pemerintah

Senin, 27 April 2015 | 20:34:24 WIB wib Dibaca: 972 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Keberadaan Nelayan Tradisional di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang sebagian besar bermukim di wilayah Parit V Kampung Nelayan Kualatungkal kondisinya semakin menghawatirkan.

Selama hampir belasan tahun, puluhan nelayan di lokasi tersebut nyaris tidak tersentuh bantuan pemerintah sehingga sebagian besar menggantungkan kehidupan mereka dari belaskasihan pengusaha setempat.

Salah satunya, Abdul Rahman Jailani, pria paruh baya yang keseharian menjadi nelayan Togok mengaku selama puluhan tahun bekerja belum pernah mendapat mendapat bantuan pemerintah.

Padahal, Abdul Rahman bersama puluhan nelayan lainya sangat mengharapkan bantuan pemerintah terutama bantuan pompong dan alat tangkap agar bisa mandiri.

"Lah 10 tahun lebih saya belum pernah mendapat bantuan. Padahal saya termasuk dalam angota nelayan tradisional Kualatungkal," keluh pria yang juga memiliki 5 orang anak.

Disela-sela kesibukanya memperbaiki Pompong milik majikanya, Rahman menuturkan jika selama ini harus menggantungkan nasib kepada majikanta untuk bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anaknya. 

"Namanya ikut orang pak, ya harus nurut apa kata orang. Coba kalau punya perahu atau pompong sendiri, kan lebih enak. Bisa nyimpan rezeki sedikit-sedikit," imbuhnya. 

Sementara, Sarah istri Abdul Rahman mengatakan penghasilan melaut tidak menentu. Untuk itu, Ia berjibaku membantu sang suami memenuhi keperluan hidup sehari-hari dengan berbagai usaha termasuk menjadi buruh pengopek udang Papai.

 "Kalau saya cuma bisa bantu-bantu kerja jemur ikan atau milih ikan sambil mengurus anak. Walaupun cuma nambah sedikit, tapi Alhamdulillah ke-5 anak saya bisa makan dan hidup walau dengan seadanya," ujarnya singkat. (ded)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top