Jumat, 23 Agustus 2019 |
FokusJambi - Nasional

MENAKER: Pekerja Asing Ilegal Langsung Dideportasi

Selasa, 19 Juli 2016 | 16:51:46 WIB wib Dibaca: 179 Pengunjung
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri

 

FOKUSJAMBI.COM, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menegaskan para tenaga kerja asing yang ilegal atau melanggar aturan ketenagakerjaan akan langsung dipulangkan atau dideportasi keluar dari wilayah Indonesia.

"Kalau masyarakat melihat (pekerja ilegal) segera laporkan dan langsung kita pulangkan. Sebaliknya kalau pemerintah yang menemukan, tanpa disuruh, pasti sudah dideportasi keluar dari Indonesia," kata Menaker sebelum menggelar Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR Jakarta, Selasa.

Masyarakat diimbau untuk melaporkan keberadaan tenaga kerja asing ilegal tersebut ke dinas ketenagakerjaan setempat maupun dinas ketenagakerjaan provinsi dan Kementerian Ketenagakerjaan agar bisa langsung mengawasi dan menindak tegas.

Menaker mengakui pemerintah tak bisa menolak masuknya pekerja asing terutama sejak berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN namun menegaskan bahwa para pekerja tersebut harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Kita tidak mempermasalahkan masuknya pekerja asing selama pekerja asing itu legal dan tak melanggar aturan. Namun saat pekerja asing itu ilegal dan melanggar aturan, tak usah lagi basa-basi, langsung usir pulang. Jadi sesederhana itu," katanya.

Hanif mengatakan ada aturan jelas bagi penggunaan tenaga asing di perusahaan di Indonesia sehingga pengusaha diingatkan untuk memastikan pekerja asing mereka mengikuti aturan tersebut.

"Di Indonesia, pekerja asing cukup ketat aturannya. Ada syarat kompetensi, alih teknologi. Intinya hanya pekerja yang memiliki 'skill' (keahlian) saja yang boleh masuk. Selama mereka legal dan tak melanggar aturan asing, tak masalah," kata Hanif.

Pekerja asing di Indonesia juga hanya boleh menduduki jabatan-jabatan tertentu yang terbatas dengan posisi paling rendah merupakan "engineer" atau teknisi.

"Pekerja kasar tidak boleh dan jika ada maka sudah pasti merupakan pelanggaran. Kalau ada pelanggaran ya ditindak, termasuk tindakan deportasi," ujarnya.

Menaker juga menyangkal isu mengenai masuknya 10 juta tenaga kerja dari China sebagai bagian dari komitmen kerja sama kedua negara.

Menurut Hanif, seperti pekerja asing dari negara lain,maka pekerja asal China jumlahnya mengalami fluktuasi setiap tahunnya atau berkisar antara 14 ribu-16 ribu pekerja dalam periode satu tahun atau sekitar 20-22 persen dari total 70 ribu pekerja asing di Indonesia.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja asing di Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2011 yakni sebesar 77.307 orang menjadi sebanyak 72.427 orang pada 2012, 68.957 orang pada 2013, 68.762 orang pada 2014, 69.025 orang pada 2016 serta 43.816 orang pada Januari-Juni 2016. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top