Minggu, 18 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Nasional

Lion Batalkan 10 Penerbangan/Hari Di Pekanbaru

Senin, 23 Mei 2016 | 17:30:33 WIB wib Dibaca: 158 Pengunjung
ilustrasi

 

FOKUSJAMBI.COM, PEKANBARU - PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II mengungkapkap operator swasta terbesar Lion Group terpaksa membatalkan sedikitnya 10 kali penerbangan per hari di Pekanbaru akibat low season atau musim sepi.

"Di kita sendiri, terdapat 10 penerbangan Lion Air batal terbang setiap hari baik dari atau menuju ke Pekanbaru pada saat low season," papar General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Senin.

Menurut dia, tidak terdapat permasalahan dengan para calon penumpang bergambar Singa tersebut akibat pembatalan keberangkatan karena masyarakat atau konsumen terutama di Provinsi Riau telah diberi tahu sebelumnya oleh maskapai.

Lazimnya pihak operator menghubungi calon penumpang sesuai dengan aturan yang berlaku seperti Peraturan Menteri Perhubungan No.185/2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Berniaga Berjadwal Dalam Negeri.

Data operasional pesawat terbang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menyebut, 75 sampai 80 kali pesawat mendarat atau lepas landas baik rute domestik maupun internasional dengan membawa sekitar 7.500 orang pada waktu normal.

Dari jumlah tersebut, tercatat Lion Group mengoperasikan 4 maskapai dengan 5 rute terbang dan 18 kali frekuensi seperti Lion Air rute Pekanbaru-Jakarta pergi pulang 7 kali sehari, Pekanbaru-Batam pergi pulang 3 kali dan Pekanbaru-Medan 2 kali pergi pulang sehari.

Lalu Batik Air melayani rute Pekanbaru-Jakarta pergi pulang 4 kali sehari, Wings Air melayani rute terbang Pekanbaru-Jambi pergi pulang 1 kali sehari dan Malindo Air melayani tujuan Pekanbaru-Malaka, Malaysia pergi pulang 5 kali dalam sepekan.

"Adapun jumlah penerbangan Lion saja sebelum terjadi pengurangan 24 kali terbang baik datang atau berangkat via Pekanbaru. Dan hampir tidak pernah terjadi masalah terutama dengan penumpang," ucapnya.

Jaya juga menjelaskan, kesalahan menurunkan penumpang rute internasional Lion pada terminal domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, tidak terkait langsung dengan frekuensi penerbangan yang dialami maskapai tersebut.

Tetapi kebijakan itu datang dari pihak operator dan telah disetujui oleh regulator penerbangan karena pertimbangan Lion antara lain memang permintaan konsumen akan transportasi udara menjelang bulan puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri mengalami penurunan.

"Kalau menurut saya, wajar saja ada pengurangan penerbangan mulai tanggal 18 Mei hingga 17 Juni tahun ini," ujarnya.

Maskapai penerbangan Lion Air memutuskan untuk menunda aktivitas penerbangan di 95 rute selama satu bulan penuh.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo sebelumnya menduga, usulan penundaan penerbangan dilayangkan oleh Lion Air karena bertepatan dengan masuknya periode permintaan rendah untuk bepergian.

"Ya mungkin itu diajukan karena low season," ujar dia.

Usulan pembatalan penerbangan telah dilayangkan Lion Air kepada Kementerian Perhubungan melalui surat pada tanggal 16 Mei 2016 dan langsung mendapat persetujuan oleh pihak kementerian.

Penerbangan ditunda selama satu bulan terdiri dari 93 rute domestik dengan frekuensi 217 penerbangan dan dua rute internasional dengan 10 frekuensi penerbangan.

Suprasetyo memastikan tidak akan ada kekacauan yang diakibatkan oleh penundaan 95 rute penerbangan Lion Air itu.

"Keberadaan maskapai seperti Sriwijaya, Citilink, dan Garuda bisa menjadi alternatif bagi calon penumpang untuk rute pembatalan Lion," katanya. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top