Jumat, 23 Agustus 2019 |
FokusJambi - Legislator

LEGISLATOR MINTA DKP TINGKATKAN PENGAWASAN LAUT JAMBI

Senin, 19 Oktober 2015 | 15:42:36 WIB wib Dibaca: 641 Pengunjung
Ilustrasi Dok : Google

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi M Juber meminta Dinas Kelautan dan Perikanan setempat meningkatkan pengawasan laut Jambi untuk meminimalkan "illegal fishing'.

"Kami minta DKP melakukan pengawasan secara optimal, pengawasan yang selama ini dilakukan harus lebih ditingkatkan," kata Juber yang dihubungi Antara dari Jambi, Senin.

Pengawasan laut di bagian timur Jambi kata Juber penting dilakukan sebab upaya itu bisa mengurangi pencurian ikan di wilayah NKRI oleh nelayan asing.

Disinggung masih maraknya penggunaan pukat harimau di wilayah laut Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Juber mengatakan dinas terkait harus saling koordinasi untuk melakukan pembinaan.

Apalagi katanya kewenangan kabupaten berkurang dengan berlakunya UU no 23, dimana kewenangan langsung diambil alih oleh provinsi.

"Kalau soal pengunaan pukat harimau (trawl), peninndakannya memang harus hati-hati, harus dipikir kan juga dari sisi kemanusiannya, sebab ini juga masalah perut," katanya.

Juber meminta pihak terkait terus berkordinasi untuk pembinaan terhadap nelayan. Sebab kebanyakan nelayan yang mengunakan pukat harimau adalah nelayan dari Jambi sendiri.

"Itu kebanyakan nelayan Jambi lah, kita juga bisa merasakan bagimana perjuangan nelayan mencari ikan di laut itu, perlu kita pikirkan sisi kemanusiannya. Namun yang sangat perlu diperangi itu ya 'ilegal fishing', makanya perlu peningkatan pengawasan oleh dinas terkait dibantu PolAirud dengan rutin melakukan patroli,' katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, pengunaan pukat harimau di perairan timur Jambi kian marak dan meresahkan nelayan tradisional. Parahnya lagi nelayan yang menggunakan pukat harimau bukan nelayan dari Jambi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tanjabtim, A Riadi Pane, ketika dihubungi dari Jambi mengatakan bahwa pihaknya rutin menggelar patroli di wilayah perairan timur Jambi untuk meminimalisir pengunaan pukat harimau itu.

"Untuk mencegah pemakaian pukat harimau oleh nelayan, DKP dibantu Pol air dan TNI AL setiap bulan rutin menggelar razia di perairan. Kita juga meminta nelayan di Tanjabtim untuk tidak mengunakan pukat harimau karena cara itu sangat merusak," kata Pane.

Namun sayangnya, DKP Tanjabtim tidak bisa mengambil tindakan tegas dan hanya memberikan pembinaan dan pemahaman kepada pelaku yang kedapatan mengunakan pukat harimau itu, sebab kewenangannya diambil alih DKP Provinsi sesuai UU No 23.(Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top