Sabtu, 20 Juli 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

KEPALA BKSDA JAMBI BANTAH ADA 7 HARIMAU YANG TURUN GUNUNG, MASYARAKAT DI MINTA TIDAK PANIK

Minggu, 27 Mei 2018 | 19:34:20 WIB wib Dibaca: 345 Pengunjung
Kepala bksda jambi rahmad saleh

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Rahmad Saleh Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi membantah jika harimau yang turun gunung ada sebanyak 7 harimau termasuk harimau yang menyerang Rusmayanti, salah satu Warga Pungut, Kabuapaten Kerinci yang menjadi keganasan Harimau, Rabu Sore (23/05/2018)lalu.

Hal demikian ditegaskan Rahmad saat di wawancarai awak media, Minggu siang(27/05/2018).

"harimau yang turun gunung dan menyerang hanya satu orang warga tersebut hanya berjumlah satu Harimau,"Ujar Kepala BKSDA Jambi ini di kantornya.

Dari Hasil penelitian kata Rahmad, dimana sebelumnya dikatakan ada berjumlah tujuh ekor Harimau yang berkeliaran di perkampungan, tetapi hal itu dibantah Kepala BKSDA.

"Cuma Ada satu ekor itu berdasarkan dari tim yang melakukan penelitian dilapangan,"Tegas Rahmat Saleh lagi.

Dari nformasi sambung Rahmad, adanya tujuh harimau tersebut tidak dapat dibuktikan, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh tim BKSDA Jambi yang berada dilokasi.

"Lokasi kejadian memang dekat dengan wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Jaraknya lebih kurang 400 Meter saja,Daerah yang menjadi perlintasan Harimau tersebut termasuk daerah muara emat," sambungnya.

Dari hasil penelitian dan penyelidikan data-data yang diperoleh dari lapangan harimau tersebut masih tergolong kecil usianya diperkirakan Baru berusia sekitar 2 tahun.

"Diperkirakan harimau yang melakukan penyerangan terhdap warga itu tersebut umurnya sekitar sua tahunan," ujarnya.

Kepala BKSDA Jambi ini mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan jangan Panik, sebab dengan segala kondisi harimau tersebut kemungkinan akan berkeliaran di wilayah tersebut.

"Karena ini jalur perlintasan mereka sangat sulit untuk di elakkan. Kita menghimbau kepada masyarakat supaya ketika pergi-pergi jangan membawa hewan peliharaan dan jangan sendirian," pintanya.

Upaya kedepan agar kejadian tidak terulang, Kepala BKSDA juga akan menurunkan Tim kelapangan untuk melakukan pemantauan terhadap Harimau dan nelakukan pembinaan agar kedepan harimau tersebut tidak lagi mengusik kehidupan disana. Selain itu, Tim gabungan BKSDA Jambi akan terus melakukan pemantauan dengan memasang sejumlah kamera pengintai.

"Ini sebagai tanda sebenarnya kepada kita karena adanya konflik antara manusia dengan harimau ini bahwasanya alam memberikan sinyal kepada kita bahwa ada sesuatu yang salah di alam, mudah-mudahan kita harus melihat hikmahnya bahwa kita harus memperbaiki alam," ujar Rahmad.

Kalau penyebab dari konflik sendiri terang Kepala BKSDA, secara teknis bahwasanya ini merupakan wilayah jelajah dari hariamu dan wilayah tersebut tempat berladangnya manusia, sehingga penyebabnya itu adanya kepentingan antara koridor dari habitat harimau dengan kepentingan manusia masyarakat yang berladang.

"Seharusnya ada harmonisasi antara satwa liar dengan manusia,"tuntasnya.(Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top