Selasa, 24 September 2019 |
FokusJambi - Daerah - Advetorial - Pemerintahan

KEPALA BAPEDA SANGKAL IPM MERANGIN RENDAH

Minggu, 25 Februari 2018 | 18:59:19 WIB wib Dibaca: 410 Pengunjung
gambar ilustrasi

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi buah bibir oleh kandidat ditahun politik guna memojok Pemerintah Kabupaten Merangin. Bahkan, isu ini diucapkan seakan mengada ngada tanpa melihat kenyataan yang ada.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan kemiskinan terjadi di Kabupaten  Merangin bukan nya bobrok sebagaimana yang viral saat ini. Semua hal tersebut dinilai hoax. 

Saat ini Kabupaten Merangin mendapat predikat ke 3 pengelolaan pemerintahan terbaik sesumatra. Bahkan, untuk tingkat Ekonomi Kabupaten Merangin di atas Provinsi Jambi.

Ini diungkapkan,  Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPEDDA) Kabupaten Merangin, Agus Zainudin. 

Ia mengatakan, Indikator pembentukan IPM yakninya dari Angka harapan hidup , Angka harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan Pengeluaran perkapita penduduk Kabupaten Merangin.

Kemudian, membangun IPM sendiri tidak bisa instan dalam 5 tahun, karena melalui proses panjang. Kondisi IPM hari ini adalah akumulasi dari proses pembangunan dari kepemimpinan pemerintah daerah sebelumnya.

" Ini dilihat dari Indikator angka harapan hidup pada tahun 2016 70, 93 naik dari tahun 2015 yaitu 70,92. Kemudian Indikator harapan lama sekolah pada tahun 2015 sebesar 11,83% naik menjadi 11,87% pada tahun 2016," ujar Agus. 

Sedangkan, sebut Agus, pada Indikator lama Sekelah, pada tahun 2015 sebesar 7,08% naik menjadi 7,44%. Pada Indikator pengeluaran perkapita Kabupaten Merangin, di tahun 2015 aebesar Rp.9.456,- naik menjadi Rp.9.644. Dari akumulasi persentase ke emlat indikator tersebut dapat persentase IPM Kab Merangin tahun 2015 sebesar 67,15% meningkat menjadi 67,86% pada tahun 2016.

" Itu menunjukkan terjadi peningkatan dari tahun ketahun, dari ketegori yg ditetapkan BPS IPM pada angka 67 %  dan ini dikategorikan sedang. Bukan, rendah yang rame dibincangkan di Media Sosial,"sangkal Agus.

Selanjutnya, Sektor Ekonomi, Rata-rata Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin tahun 2014 sebesar 7,13%, provinsi 7,35% dan nasional 5,01%. Sedangkan Rata-rata Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin tahun 2015 sebesar 5,4 %, provinsi 4,21% dan nasional 4,88 %.

Sedangkan Untuk tahun 2016 meningkat menjadi sebesar 6,21 %, provinsi 4,37% dan nasional 5,02%.

"Dari rata-rata pertumbuhan ekonomi tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin diatas pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi dan nasional," timpalnya. 

Walaupun pertumbuhan ekonomi merangin berada diatas provinsi dan nasional tetapi tidak dapat mempengaruhi penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

"Dikarenakan sektor unggulan Kabupaten  Merangin bidang perkebunan dan pertanian mengalami penurunan terutama sektor pekebunan karet yg sudah lama jatuh dibawah harga normal dan sektor perkebunan sawit yg tidak stabil,"tambahnya

Akan tetapi, pada sektor unggulan lainnya seperti kopi dan kayu manis mengalami kenaikan, hal tersebut membuat perputaran ekonomi di Kabupaten Merangin Meningkat dari sebelumnya.

" Jadi untuk  IPM merangin standar,  yang dikatakan rendah tersebut Apabila angka IPM dibawah 50 persen. Saat ini IPM kita diatas 50 persen, artinya IPM kita stabil," tukasnya. (Han) 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top