Senin, 23 September 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Daerah

KADES BATU AMPAR GEREBEK TEMPAT USAHA PENAMPUNGAN DAGING BABI

Jumat, 17 Maret 2017 | 09:56:07 WIB wib Dibaca: 4162 Pengunjung
Tempat Penampungan Daging Babi di desa batu ampar, sarolangun

FOKUSJAMBI.COM,SAROLANGUN - Selaku Kepala Desa Batu Ampar Sri Darmayanti tentu akan memberi kenyamanan terhadap masyarakatnya, Meskipun Ia Kades Perempuan namun tidak menyurutkan niatnya untuk memberantas apa saja yang terjadi didesanya, apa lagi perihal itu sudah meresahkan warganya.

Terbukti kemarin (15/03) ia bersama BPD, Pemuda serta masyarakat Batu Ampar menggerbek tempat usaha pengumpul dan pebisnis daging babi,tindakan yang dilakukannya ini memang sudah seharusnya,kerena masyarakat setempat sudah sangat resah dan terganggu ulah Robi si pengumpul daging babi yang sebelumnya sudah diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitasnya tersebut.

Penindakan yang dilakukan oleh Kepala Desa wanita ini Tepatnya di RT 06 Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh, aksi penggerebekan dan penangkapan tersebut berlangsung damai, dan tidak ada perlawanan dari pemilik usaha penjualan daging babi ilegal tersebut.

hasil dari penggerbekan yang dilakukan, Kepala Sesa Beserta masyarakat berhasil mengamankan Barang bukti puluhan ekor daging babi yang sudah dipotong dan kulit babi yang tersisa disana, beserta ceceran darah bekas babi yang sudah dipotong.

Sri Damayanti, Kepala Desa (Kades) Batu Ampar ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa penangkapan tersebut, dilakukan karena selama ini usaha ilegal itu sudah meresahkan warga.

“Ini sudah meresahkan warga, baunya menyebar ke rumah-rumah warga, warga sudah banyak yang melapor untuk mengusir Robin,jadi hari ini saya terpaksa turun langsung ke rumah Robin dan didampingi masyarakat untuk penangkapan dan mencegah agar Robin tidak lagi berbisnis babi di Desa kami ini”, katanya.

Kades perempuan yang merupakan istri Camat Pauh ini mengatakan, sebelumnya Robin yang diketahui keturunan asal Sumatera Utara itu sudah diberitahukan dan diingatkan agar memberhentikan bisnis tersebut, namun peringatan tersebut tidak diindahkannya.

“Bukan salah saya lagi, karena sebelum-sebelumnya sudah saya ingatkan bapak Robin itu agar tidak lagi melanjutkan bisnisnya itu, tapi ternyata tak diindahkan, nah kali ini masyarakat sendiri yang turun tangan, apa boleh buatlah dia sendiri yang meresakan akibatnya”, tambah Kades.

BPD Desa Batu Ampar Adi Mardianto, yang ikut serta mengeksekusi tempat bisnis ilegal tersebut, juga mengatakan bahwa bisnis tersebut sudah lama berdiri, hanya saja masyarakat belum mau melakukan eksekusi, hanya sekedar memberitahukan kepada Kades saja agar menyetop bisnis haram tersebut.

“Sudah bertahun-tahun bisnis itu dijalankannya, mereka tidak menghargai kami, mereka terus melakukan bisnis itu seperti tidak bersalah saja, dan kami hanya lapor kepada Kades saja agar diperingatkan, tapi nyatanya mau main kasar”, ujar Ketua BPD.

Informasi yang dirangkum Harian ini, bahwa sebelumya Robin pemilik bisnis penjualan daging babi tersebut, pernah menjual tuak di Desa yang mayoritas beragama Islam tersebut, namun juga sempat diberhentikan oleh masyarakat.(Ajk)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top