Minggu, 19 Mei 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Daerah

JEMBATAN MENUJU WISATA MANGROVE DESA TUNGKAL I PUTUS

Rabu, 01 Maret 2017 | 11:04:10 WIB wib Dibaca: 581 Pengunjung
JEMBATAN MENUJU WISATA MAGROVE DESA TUNGKAL I PUTUS

FOKUSJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Warga Desa Tungkal I Kec Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat keluhkan jembatan penyeberangan menuju wisata mangrove putus.

Hal ini berhimbas akses Jalan warga untuk menuju ke kota juga menjadi jauh dan memakan waktu kurang lebih sekitar enam kilo meter selama di perjalanan.

"Wajar saja jika jembatan ini seharusnya dibangun, mengingat jembatan penyebrangan warga ini putus sudah lama sejak tahun 2014 silam hingga kini belum juga di sentuh Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjab Barat untuk dianggarkan,"aku warga.

Umar salah satu tokoh masyarakat Desa Tungkal I Kec Tungkal Ilir mengaku, memang sudah lama jembatan penyeberang menuju wisata mangrove Desa Tungkal I Kec Tungkal Ilir ini putus. Hanya saja sampai sekarang belum juga dibangun atau diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat maupun Pemerintah Kota Provinsi Jambi.

Menurut dia, padahal Desa Tungkal I terkenal dengan sebutan Desa pangkal babu ini memiliki potensi pohon mangrove yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi di internasional. Bahkan mangrove di Desa Tungkal I milik daerah Kabupaten Tanjab Barat tersebut termasuk peringkat empat di Internasional.

"Jadi banyak akses jalan jika jembatan ini tidak putus. Pertama anak-anak untuk menuju ke sekolah mereka saja dekat. Terus untuk menuju parit 8, 11, 9 juga dekat dan bisa langsung tembus ke Jalan depan pelabuhan roro," ungkap Umar,"jelasnya.

Sudah seharusnya melihat kondisi jempatan putus seperti ini Pemerintah yang memiliki tanggung jawab untuk memikirkan keluhan warga tersebut. Dikatakan Umar, jembatan ini memang sempat digunakan warga, hanya saja belum lama sudah roboh.

"Memang jembatan ini terbuat dari kayu dan bisa roboh karena dimakan rayap," tandasnya.

Senada diungkapkan warga lainya bernama Lamin warga Rt 08 Dusun Bahagia menambahkan, jembatan ini sempat digunakan warga hanya satu tahun saja hingga akhir 2013.

"Siapa sanggup merehap nya karna membutuhkan dana yang besar," ungkap Lamin.

Jika jembatang ini ingin tagan lama. Maka Pemerintah harus membangun menggunakan tiang beton atau pasak bumi. Mengapa begitu karena jembatan ini memiliki sungai yang cukup besar kurang lebih sekitar lima meter lebar nya.

"Kalau jembatan kayu ini memang tidak tahan lama, karena mudah dimakan kapang," bebernya.

Hal penting perlu diingat adalah pembangunan untuk jembatan ini sudah diajukan warga pada rapat musyawarah pembangunan desa (Musrembang) di Desa Tungkal I Kec Tungkal Ilir.

"Perlu diketahui, karena kita termasuk tingkat 4 mangrove terbaik di tingkat nasional. Januari 2017 kemarin pak Rt diundang ke jakarta. Ini termasuk kepemimpinan bupati pak Safrial-Amir," tukasnya. (Fry)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top