Minggu, 18 Agustus 2019 |
FokusJambi - Sosial & Budaya

JELANG IMLEK, KLENTENG SAI CHE TIEN DIBERSIHKAN DAN DI PASANGI LAMPION

Minggu, 22 Januari 2017 | 18:29:40 WIB wib Dibaca: 845 Pengunjung
ketua rohaniawan matakin, konghocu jambi The Lien Teng sedang melakukan pembersihan patung dewa

 

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI -Meski perayaan imlek masih tinggal sepekan lagi, namun umat konghocu di jambi, sudah melakukan berbagai persiapan di klenteng mereka. Sepeti di klenteng sai Che Tien di kawasan Pasar kota jambi, minggu Siang (2201/2017), mereka bergotong royong untuk membersihkan klenteng tersebut, tidak hanya memasang lampion, kegiatan memandikan dewa yang setahun sekali rutin dilaksanakan ini turut menarik perhatian.

Warga khonghocu di kota jambi membersihkan seluruh patung dewa, peralatan dan ruangan serta memasangi lampu lampion yang ada di tempat ibadah tri sai che tien atau klenteng 4 koni, menjelang perayaan hari raya imlek tahun 2017atau tepatnya 28 januari2568.

Pembersihan klenteng tersebut wajib dilaksanakan saat menjelang pelaksanaan perayaan imlek atau rutin dilakukan satu kali dalam setahun.

Tidak secara sembarangan untuk membersihkan patung-patung dewa yang berada di rumah ibadah ini, dikaui ketua rohaniawan matakin,konghocu jambi The Lien Teng menuturkan, setidaknya untuk memandikan para dewa ini dirinya yang sudah dipercaya umat hindu untuk memandikan para dewa,

“ selain menggunakan lap memandikan ini dewa juga harus menggunakan air arak, hal itu dilakukan untuk menghormati leluhur, tidak sembarangan,”ungkanya.

Pada klenteng sai che tien ini, terdapat puluhan dewa namun ada dua diantaranya dewa yang tertua berusai ratusan tahun, yang sengaja di datangkan langsung dari China ke jambi.

“Karena patung itu telah di isi dengan roh sucinya maka pmbersihanya pun tidak sembarangan dilakukan,”tambah Lien Teng.

Diakuinya lagi, meski demikian siapa saja bisa memandikan dewa tersebut,”petugas lain juga bisa batu dan ada waktu untuk membersihakan namun harus menggunakan air arak. Caranya tidak di masukan baskom namun cukup di lap dengan kain menggunakan arak,”tuntasnya.  

Selain membersihkan klenteng dan patung dewa, sejumlah pengurus klenteng juga menata lampion dan lilin-lilin yang akan digunakan untuk upacara saat imlek nanti.

Dalam perayaan imlek tahun ini, banyak harapan yang akan didoakan oleh warga tionghoa di jambi untuk pribadi, keluarga, leluhur, dan bahkan bangsa indonesia.

Tersiar kabar jika ada isu akan adanya larangan dalam perayaan imlek tahun 2568 kongzili tahun 2017 ini, hal tersebut tak mempengaruhi sejumlah warga tionghua di jambi untuk merayakan imlek, bahkan mereka beranggapan tetap akan melaksanakan hal tersebut, karena menurut mereka sudah menjadi tradisi yang tidak bisa di tinggalkan.

“dengar emang ada isu itu walaupun ada ancaman seperti apa kita tidak peduli la,kita tetap merayakan sudah tradisi nenek moyang kita,”kata Ahong warga yang ikut partisipasi gotong royong di klenteng tersebut.

Selain membersihkan klenteng dan memasangi lampion, para siswa mingguan khonghucu juga tak ketinggalan ikut handil dan akan menyajikan beberapa penampilan, seperti tarian-tarian pada perayaan imlek nannti.(Uti)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top