Minggu, 25 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Daerah

INI JAWABAN SUBKONTRAKTOR TERKAIT PROYEK "SILUMAN" DI PERBATASAN BIUKU TANJUNG

Kamis, 26 Oktober 2017 | 15:05:27 WIB wib Dibaca: 613 Pengunjung

FOKUS JAMBI. COM,  MERANGIN - Proyek 'Siluman' (Tanpa papan merek) dengan pangu anggaran miliaran rupiah di kawasan Biuku Tanjung dengan Markeh, juga disebut terus menuai sorotan. 

Hal ini diungkapkan Andy Putra, Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabiltas Ketahanan Nasional (LTKPSKN). Ia mengatakan ada kejanggalan pada aggregat yang dipakai pihak rekanan dan Sub Kontraktor yang tak sesuai dengan tertera dalam gambar. 

"Dalam gambar mengunakan batu Split,   tetapi oleh rekanan mengunakan batu koral (Sirtu)," ungkap Andy.

Jika dibandingkan harga koral dan Split tersebut,  ujar Andy,  hasil sangat jauh dari kualitas yang disusun konsultan perencana.

"Coba bandingkan harga sirtu Rp 400 permobil dengan harga batu Split Rp 1,5 juta permobil. Coba dikaji Miliaran rupiah uang negara yang hilang karena kebohongan rekanan dan Sub Kontraktor," sebut Andy. 

Andy melanjutkan, konsultan pernah menegur rekanan agar pekerjaan dilakukan dengan spek yang ada. Namun,  pihak rekanan tak mengindahkan teguran tersebut. 

"Konsultanpun tau dan ditegur bahwa pekerjaan tersebut salah. Tapi,  rekanan tak mengindahkan teguran itu," tutur Andy. 

Sementara itu Sub Kontraktor Mega Proyek ini yakni Gulam membantah kalau dia yang mengerjakan proyek tersebut. Dia mengatakan hanya sub kontraktor terkait material untuk proyek tersebut. 

"Tidak saya lagi, kontrak bukan saya lagi. Saya hanya mamasukkan material. Kontraktornya H Andy," katanya.(Han) 

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top