Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal - Peristiwa & Umum

Indikasi Modus Pengemplang Pajak Dispenda Kota Jambi

Senin, 09 Maret 2015 | 19:43:53 WIB wib Dibaca: 1715 Pengunjung
ilustrasi Dok : Google

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Terkaitnya masalah pajak BPHTB dikota jambi makin dipersulit target sebelumnya tahun 2014 ditarget 26.500 miliaran dan akhirnya melebihi target 30.900 miliara, dan hasil dari pajak PBB sebelumnya ditargetkan mencapai 12 miliaran melibihi target menjadi 22 miliaran saat konfirmasi dengan sekretaris Dispenda kota jambi Hj.Asiah mengungkapkan kita ditahun 2015 pajak BPHTB yang ditargetkan harus bisa mencapai 40 miliaran dan PBB harus mencapai 50 miliaran. Hingga saat ini banyak sejumlah notaris maupun masyarakat mengeluhkan kesulitan terhadap pajak NJOP. Nilai jual objek pajak yang dipersulit terhadap masyarakat kota jambi, terkaitnya pemda kota jambi indiasi pengemplang pajak NJOP yang saat verifikasi ke Dispenda kota jambi, Kabid BPHTB Iqbal Oktavia selalu dipersulit seolah-olah dia memaksa pajak jual beli dia yang menentukan nilai jual objek pajak yang menentukan. Seharusnya bukan kabid BPHTB yg menentukan, aturannya sesuai NJOP.

Nilai jual objek pajak ironisnya, indikasi makin maraknya korupsi Dispenda kota jambi makin gencarnya pengemplang dan pemerasan terhadap pajak yang tidak sesuai NJOP yang tertera di PBB tersebut. Tindakan indikasi pengemplang pajak siluman dipemda kota jambi banyak dikeluhkan masyarakat kota jambi. Salah seorang warga, John saat mau verifikasi dengan alasan kabid BPHTB Iqbal Oktavia makin buat dipersulit dan dia yang menentukan pajak, tidak sesuai dilapangan. Seharusnya berdasarkan NJOP yang telah ditentukan, ungkap sekretaris Dispenda kota jambi Hj.Asiah diruang kerja tandasnya.(sto)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top