Selasa, 21 Mei 2019 |
FokusJambi - Advetorial - Pemerintahan - Kesehatan & Gaya Hidup

Hj.Yusniana : Perempuan Jambi Harus Sehat dan Berkualitas

Selasa, 07 April 2015 | 20:34:52 WIB wib Dibaca: 646 Pengunjung
(Dok. Maria/Foto: Mayong, Kamerawan: Said Usman)

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj.Yusniana Hasan Basri,MM manegaskan bahwa perempuan Jambi harus sehat dan berkualitas untuk itu Hj.Yusniana mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan dan terutama organisasi perempuan untuk peduli terhadap kanker dengan melakukan gerakan cegah kanker dengan deteksi dini. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka sosialisasi gerakan nasional pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia, Selasa (7/4) bertempat di yayasan Jaya Manggala Jambi,Lebak Bandung. Hadir pada kesempatan ini Ketua TP-PKK Kota Jambi Hj.Yuliana Fashya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Zuweini Harahap, Ketua Yayasan Jaya Manggala dr.Erdianto.

Disampaikan oleh Hj.Yusniana bahwa gerakan pencegahan kanker ini adalah sebuah gerakan nasional yang dicanangkan oleh organisasi aksi solidaritas era kabinet kerja yang dipimpin oleh ibu Presiden RI dan akan berlangsung selama lima tahun. “Saya sangat gembira karena kegiatan kita hari ini dilakukan secara bersama, lintas agama, lintas etnis, seperti saat ini kita mengadakan kegiatan di vihara dengan dihadiri masyarakat dari berbagai etnis dan agama, saya yakin dengan kebersamaan dan saling bergandengan tangan tujuan kita untuk menyelamatkan perempuan Jambi dari penyakit kanker akan terwujud”ujar Hj.Yusniana.

Menurutnya kaum perempuan harus peduli terhadap kesehatannya khususnya yang menyangkut kanker leher rahim dan kanker payudara. “Semakin banyak kita melibatkan organisasi perempuan maka akan semakin banyak pula bagian masyarakatyang sehat dan peduli pada pencegahan kanker, yang pada akhirnya bisa menyelamatkan masyarakat dan mengurangi angka kematian karena kanker leher rahim”ungkapnya.

Hj.Yusniana kembali menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk turut memperhatikan jika mengetahui atau melihat ada orang yang sakit, lumpuh, atau mengalami gangguan kejiwaan dan diharapkan dapat melaporkan kepada perangkat pemerintahan mulai dari RT,Lurah, Camat, bahkan dapat langsung dilaporkan kepada Gubernur.”Jika memang ada orang yang sakit tolong segera dilaporkan, karena pemerintah akan memberikan bantuan dan fasilitas kesehatan bagi siapa saja orangnya tanpa memandang etnis atau agama, kita harus saling peduli”jelasnya.

Hj. Yusniana menyatakan, berdasarkan data WHO, penderita kanker meningkat 12 persen. Angka kematian juga meningkat dari 7,6 juta orang menjadi 8,2juta pada 2012 atau meningkat 8 persen. Kanker teringgi yang umumnya menyerang perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Menurut Komite Penanggulangan Kanker Indonesia terjadi 1 (satu) orang meninggal setiap jamnya akibat kanker rahim.

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa banyak perempuan di negara berkembang termasuk Indonesia kurang mendapat informasi dan akses pelayanan terhadap penyakit kanker rahim. Dalam penanggulangan penyakit secara umum, kegiatan terpenting adalah upaya pencegahan. Upaya pencegahan terhadap penyakit kanker terutama kanker leher rahim dan kanker payudara bisa dilakukan dengan deteksi dini. Deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan pada tingkat puskesmas dengan pelayanan inspeksi visual asam asetat (IVA). Kegiatan IVA dilaksanakan secara sederhana dan dalam waktu singkat”ungkap Hj.Yusniana. (ADV)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top