Minggu, 19 Mei 2019 |
Peristiwa & Umum - Daerah

HELIKOPTER 'WATER BOMBING' PADAMKAN API DI BERBAK

Selasa, 01 September 2015 | 11:14:56 WIB wib Dibaca: 1200 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Helikopter 'water bombing' Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Senin.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Dalmanto di Jambi mengatakan, helikopter yang melakukan operasi 'water bombing itu tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pukul 01.00 WIB, Senin.

"BNPB mengirim dua unit helikopter 'water bombing' untuk membantu pemadaman melalui udara. Satu unit sudah tiba di Jambi dan langsung beroperasi, yakni helikopter jenis MI 17," kata Dalmanto.

Dalmanto menjelaskan, helikopter MI 17 akan fokus memadamkan api di kawasan Taman Nasional Berbak, karena api kebakaran di wilayah itu sudah meluas.

"Hari ini mereka fokus di Berbak, besok dijadwalkan lagi pemadaman di titik-titik tertentu. Helikopter itu sudah wajib kembali di Bandara pukul 05.00 Wib," katanya menjelaskan.

Selain dua helikopter itu, helikopter jenis 'Air Tractor' dari Australia kata Dalmanto juga akan dikirim ke Jambi untuk mendukung operasi udara. Air Tractor merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penjabat Gubernur Jambi, Irman mengaku berterimakasih atas perhatian besar BNPB kepada Provinsi Jambi dengan menurunkan tim dan peralatan ke Jambi sebagai upaya pemadaman api kebakaran lahan dan hutan.

"Kita selalu berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian LHK, mudah-mudahan mereka memberikan bantuan maksimal kepada Jambi. Sebab ini bukan menjadi persoalan daerah, tapi juga nasional bahkan Internasional," kata Irman.

Irman mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan BNPB dan Kementerian LHK, jika asap dari Jambi semakin banyak dan arah angin ke negara Singapura, maka penerbangan di negara itu akan terganggu.

"Sebab itu kita selalu lakukan komunikasi dan koordinasi dnegan BNPB dan Kementerian LHK," katanya menambahkan.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jambi update tanggal 31 Agustus 2015 pukul 05.00 Wib, 'hot spot di Provinsi Jambi berdasarkan pantauan satelit terra dan aqua sebanyak 320 titik.(Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top