Minggu, 22 Juli 2018 |
FokusJambi - Nasional

Harga Karet Di Pedalaman Barito Utara Anjlok

Senin, 20 Juni 2016 | 15:47:48 WIB wib Dibaca: 179 Pengunjung
iustrasi

 

FOKUSJAMBI.COM, Muara Teweh- Harga karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah pada pertengahan Juni 2016 turun menjadi Rp5.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp6.500/kg.

"Harga karet anjlok sudah terjadi dalam sepekan terakhir," kata Irwansyah, seorang petani karet di Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Senin.

Irwansyah mengatakan turunnya harga karet membuat petani di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu kembali terpukul karena dua bulan terakhir mengalami kenaikan.

Anjloknya harga karet itu karena turunnya harga karet di beberapa daerah lainnya dan diduga akibat permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah tersebut dengan menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Masalahnya para petani daerah ini masih dominan tergantung kepada para tengkulak karena sampai sekarang belum ada pabrik karet, padahal hasil panen karet petani cukup banyak," katanya.

Irwansyah mengatakan turunnya harga karet itu sesuai dengan pengakuan para spekulan karena pihak pabrik di Banjarmasin juga menurunkan harga produk kebun yang dihasilkan rakyat tersebut.

"Kami berharap harga karet kembali membaik guna membantu petani, apalagi saat ini harga barang kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan dalam bulan puasa dan menjelang lebaran ini," katanya yang didukung oleh para petani lainnya.

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat di kabupaten pedalaman Kalteng karena sebagian besar warga daerah itu berprofesi petani karet, baik bibit lokal maupun unggul.

Luas perkebunan karet rakyat di kabupaten yang terkenal dengan potensi sumber daya alam batu bara itu tercatat 35.646 hektare dengan produksi karet kering mencapai 18.696 ton per tahun.

Semua perkebunan karet rakyat itu tersebar di sembilan kecamatan di wilayah tersebut. (Ant)
 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top