Kamis, 22 Agustus 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis

HARGA BERAS TURUN DI JAMBI

Rabu, 23 Maret 2016 | 10:41:01 WIB wib Dibaca: 409 Pengunjung

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Harga beras kualitas sedang di tingkat pedagang di Kota Jambi turun berkisar Rp1.000-Rp1.500 per kilogram karena bertambahnya pasokan dari sentra produksi, kata pejabat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Filda Deviarni.

"Pasokan beras dalam dua hari ini bertambah, dan distribusi baik ke pedagang besar maupun eceran juga lancar," kata Kabid perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Jambi itu di Jambi, Selasa.

Dijelaskan, harga beras merek King (IR-64) sebelumnya Rp11.500 per kilogram, dan kini turun menjadi Rp10.000 per kilogram. Sementara beras merek Belido (IR-42) dari sebelumnya Rp11.500 dan kini turun menjadi Rp10.500 per kilogram.

Sementara beras kualitas pertama atau merek Anggur masih bertahan yakni Rp13.000 per kilogram, baik itu yang terpantau di Pasar Induk Angsoduo, Pasar Tradisional Talang Banjar maupun Pasar Tradisional Simpang Pulai.

Sedangkan harga beras merek Putri Palembang dan Sepat Siam juga masih bertahan yakni Rp10.500 per kilogram. Dan beras merek Arjuna dan Padi Burung juga masih bertahan yaitu Rp9.000 per kilogram, kata Filda menjelaskan.

Hasil pantauan di sejumlah pasar, harga cabai merah besar kini mengalamai kenaikan sebesar 15 persen atau dari sebelumnya Rp26.000 kini naik menjadi Rp30.000 per kilogram akibat berkurangnya pasokan di tingkat pedagang di Kota Jambi.

Cabe merah keriting juga mengalami kenaikan harga yang kini Rp32.000 dari sehari sebelumnya Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga naik yakni dari Rp28.000 kini menjadi Rp30.000 per kilogram karena berkurangnya pasokan.

Filda juga menjelaskan, harga gula pasir produk dalam negeri (medium) ditingkat pedagang eceran bertahan Rp13.000 per kilogram. Minyak makan curah juga masih bertahan yakni Rp10.000 per kilogram dan minyak makan kemasan (bimoli) Rp14.000 per kilogram.

"Yang paling penting adalah persediaan terpenuhi, dan distribusi sampai ke konsumen tetap lancar," kata Kabid perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Jambi itu.(ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top